Sederet bank sudah memulai pembangunan di IKN yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking), mulai dari Bank Indonesia hingga sederet Bank BUMN. Continue reading “Daftar Bank yang Sudah Memulai Pembangunan di IKN, dari BI hingga Sejumlah Bank BUMN!”
Category: Infrastruktur
Artikel Terkait
Air Keran di IKN Bebas Bakteri E.coli dan Bisa Langsung Diminum!
Semakin canggih, air keran di IKN bebas bakteri E.coli dan bisa langsung diminum. Simak informasi selengkapnya!
Continue reading “Air Keran di IKN Bebas Bakteri E.coli dan Bisa Langsung Diminum!”
Artikel Terkait
4 Potret Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 1 IKN Nusantara, Konsep Bangunannya Unik!
Selain bangunan pemerintahan dan fasilitas komersial, di ibu kota baru juga terdapat Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu atau TPST IKN yang dirancang dengan desain yang unik. Penasaran seperti apa konsepnya? Lihat gambarnya di sini!
TPST IKN adalah sebuah fasilitas modern yang dirancang untuk mengelola seluruh proses penanganan sampah di Ibu Kota Nusantara.
Tempat pengelolaan sampah ini berfungsi secara terintegrasi, mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga pemrosesan akhir.
Terlepas dari fungsinya tersebut, salah satu hal yang menarik dari TPST 1 adalah desain bangunannya, Property People.
Pasalnya, desain bangunan TPST Nusantara tampak unik dan dibuat dengan ramah lingkungan sesuai konsep ibu kota baru sebagai forest city.
Bagaimana potret bangunan TPST tersebut? Yuk intip desainnya satu per satu di bawah ini!
4 Potret TPST IKN Nusantara
1. Bentuk Arsitektur yang Unik

Berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP IKN), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, TPST Nusantara dibangun dengan desain yang mencolok.
Hampir sebagian fasad bangunannya didominasi warna hijau sehingga memberikan kesan segar dan selaras dengan alam sekitar IKN.
Sementara itu, pada bagian atap, dibuat cukup tinggi dan menonjol dengan desain atap yang unik.
2. Seluas 22,16 Hektare

Pelaksana proyek pembangunan TPST 1 IKN Nusantara dibangun oleh perusahaan kontraktor BUMN, PT Brantas Abipraya (Persero).
Jika dilihat dari laman lpse.pu.go.id, nilai pagu pembangunan tempat pengelolaan sampah di IKN tersebut senilai Rp463 miliar yang bersumber dari APBN.
Melansir situs brantas-abipraya.co.id, TPST 1 ini dibangun di atas lahan seluas 22,16 hektare.
Adapun lingkup pekerjaan Brantas Abipraya pada proyek pembangunan TPST 1 tersebut meliputi Bangunan Pengolahan 1, Bangunan Pengolahan 2, hingga Menara dan Lanskap.
3. Konsep Ramah Lingkungan

Sama seperti proyek lainnya, TPST 1 Nusantara juga dibangun dengan konsep ramah lingkungan.
Konsep ramah lingkungan tecermin dari bagian konstruksi, keberadaan tanaman dan pepohonan di kawasan, hingga sistem pengelolaan.
“Pembangunan ini merupakan upaya Brantas Abipraya sebagai salah satu BUMN berkontribusi dalam mewujudkan IKN yang ramah lingkungan, sedapat mungkin mengurangi produksi sampah dan mendorong daur ulang. Dalam pembangunan TPST ini pun, kami akan melakukan pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkungan pada masa konstruksi,” kata Direktur Utama Brantas Abipraya, Sugeng Rochadi melansir brantas-abipraya.co.id.
4. Mengolah Sampah 74 Ton per Hari

Terdiri dari beberapa bangunan pengolahan, TPST 1 IKN tersebut dapat mengolah sampah sebesar 74 ton per hari dan lumpur sebanyak 15 ton per hari.
Menariknya, TPST 1 ini dapat menghasilkan pengolahan sampah berupa energi, tidak menghasilkan emisi di atas standar yang ditentukan (net zero emission).
Masih mengutip sumber yang sama, nantinya sebesar 60 persen sampah yang ditimbulkan harus didaur ulang dan sistem pengelolaan sampah akan terkoneksi internet yang dapat diakses oleh masyarakat.
***
Itulah potret Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu di IKN Nusantara.
Bagaimana menurutmu, Property People?
Semoga ulasan tersebut bermanfaat, ya.
Lagi cari hunian terjangkau di Kalimantan Timur atau daerah lainnya?
Langsung saja kunjungi Rumah123 dan temukan segala jenis properti impian karena #SemuaAdaDisini.
**Sumber gambar: skyscrapercity.com/brantas-abipraya.co.id
Artikel Terkait
Canggih, Waktu Respons Pemadam Kebakaran IKN cuma 7 Menit!
Pemerintah berencana membangun delapan posko pemadam kebakaran di IKN, tepatnya di sekitar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Melansir rri.co.id, posko tersebut nantinya dilengkapi aplikasi deteksi dini atau early warning system.
Dengan kehadiran teknologi early warning system, waktu respons satuan pemadam kebakaran di IKN paling lama 7 menit untuk bisa sampai ke lokasi kejadian.
Sebagai informasi, rata-rata waktu respons petugas pemadam kebakaran di Indonesia adalah 15 menit.
Karena itu, posko pemadam kebakaran IKN akan memiliki waktu respons tercepat di tanah air.
Waktu respons cepat tersebut didukung oleh aplikasi bernama FairCheck.
Setiap posko dapat memantau situasi di kawasan IKN melalui sistem aplikasi tersebu.
Bila ada situasi genting, aplikasi FairCheck bisa mengirimkan pemberitahuan secara cepat.
Dilengkapi Kendaraan Ramah Lingkungan
Selain itu, posko pemadam kebakaran IKN diwacanakan akan dilengkapi kendaraan ramah lingkungan.
Masing-masing pos minimal mendapatkan dua unit kendaraan tersebut.
Kendaraan yang digunakan pun mempunyai jangkauan ketinggian bangunan mencapai 14 lantai.
Untuk saat ini, petugas kebakaran di IKN berjumlah 10 orang.
Ada pula empat orang tenaga penanggulangan bencana dan tujuh orang di bidang lingkungan hidup.
Fire Hydrant di IKN dapat Dipantau lewat Aplikasi

Bukan hanya posko pemadam kebakaran yang canggih, fire hydrant di IKN dikabarkan memakai teknologi serupa.
Setiap produk Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan fire hydrant di IKN akan dilengkapi dengan QR Code Firecek.
Teknologi ini memudahkan pengguna dalam memantau dan mengelola alat pemadam kebakaran yang bakal diterapkan di gedung ASN 3 IKN.
Adapun beberapa komponen proyek infrastruktur sistem kebakaran di gedung ASN 3 IKN, ialah:
1. Hydrant Box
Hydrant box adalah kotak atau lemari yang digunakan untuk menyimpan peralatan pemadam kebakaran, seperti selang dan nozzle.
Kotak ini membuat peralatan pemadam kebakaran di sebuah gedung menjadi lebih tertata rapi.
2. Hydrant Pillar
Hydrant pillar merupakan perangkat pemadam kebakaran berupa tiang atau pilar yang berada di luar gedung dan terhubung langsung dengan sumber air.
Fungsi alat tersebut untuk memberi akses cepat ke sumber air bagi petugas kebakaran.
3. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Sementara, APAR adalah perangkat pemadam kebakaran portabel yang digunakan untuk memadamkan api kecil atau api tahap awal.
Demikianlah rencana pembangunan posko pemadam kebakaran di Nusantara yang menarik diketahui.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Artikel Terkait
4 Perbedaan Bus Gandeng dan Trem Otonom IKN menurut Kemenhub
Walau tampak mirip, ternyata ada beberapa perbedaan antara bus gandeng dan trem otonom Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tidak diketahui masyarakat.
Hal ini menyusul anggapan dari khalayak yang menyebut bahwa trem otonom atau Autonomous Rail Transit (ART) di IKN mirip dengan bus gandeng.
Sebagai informasi, saat ini pengoperasian trem otonom atau ART IKN dalam tahap uji coba.
Bahkan, pada peringatan HUT RI ke-79 silam, moda tranportasi tersebut sudah dapat mengantar para tamu undangan menuju istana negara.
Lantas, apa saja perbedaan antara trem otonom dengan bus gandeng tersebut?
Mengutip unggahan dari akun Instagram Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, berikut di antaranya.
Perbedaan Bus Gandeng dan Trem Otonom IKN
1. Ukuran

Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
Perbedaan bus gandeng dan trem otonom yang pertama terletak pada ukurannya.
Sesuai PP No.55 Tahun 2012, panjang bus gandeng tidak boleh lebih dari 18 meter.
Sementara, keseluruhan panjang tren otonom IKN mencapai 30 meter.
Ini membuat trem otonom dapat mengangkut penumpang dengan jumlah yang lebih banyak.
2. Bentuk Muka
Bentuk muka trem otonom tampak seperti kereta yang mempunyai dua wajah.
Itu membuat trem otonom mampu berjalan maju dalam dua arah.
Berbeda dengan bus gandeng yang hanya memiliki satu muka saja, seperti halnya bus pada umumnya.
3. Jalur

Foto: redigest.web.id
Perbedaan bus gandeng dan trem otonom berikutnya terletak pada jalurnya.
Walau sama-sama berjalan di atas aspal, sejatinya tren otonom hanya bisa berjalan di atas rel virtual.
Rel tersebut berupa marka jalan dengan magnet sensor.
Fungsi rel dengan magnet sensor untuk mengarahkan trem otonom supaya bisa berjalan sesuai jalur.
Kondisi ini membuat trem otonom IKN bisa berjalan tanpa masinis, persis seperti LRT di Jabodebek.
Sementara, jalur bus gandeng hanya berupa aspal biasa dan harus dikemudikan oleh seorang sopir.
4. Sistem Persinyalan
Terakhir, kereta otonom dilengkapi dengan sistem persinyalan canggih yang mirip seperti LRT Jabodebek, bernama Communication-Based Train Control (CBTC).
Sistem persinyalan tersebut dirancang agar trem otonom dapat diprioritaskan di jalan raya.
Nantinya, kereta dapat mengirimkan sinyal ke lampu lalu lintas pada jarak 100 meter.
Alhasil, lampu lalu lintas dapat menyesuaikan keadaan agar kereta otonom bisa berjalan tanpa halangan.
Tujuan penggunaan teknologi ini adalah untuk memastikan keselamatan penumpang kereta dan pengguna jalan.
Selain itu, teknologi sistem persinyalan ini dapat memberi tahu kereta otonom bila ada halangan di depannya, sehingga laju kereta dapat menyesuaikan.
Itulah perbedaan antara bus gandeng dan trem otonom IKN yang menarik diketahui.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Artikel Terkait
Menilik Gereja Katolik di IKN yang Jadi Simbol Persatuan dan Keberagaman
Jadi simbol persatuan dan keberagaman agama, pemerintah Indonesia bangun Gereja Katolik di IKN dengan nilai Rp704 miliar.
Continue reading “Menilik Gereja Katolik di IKN yang Jadi Simbol Persatuan dan Keberagaman”
Artikel Terkait
5 Potret Nusantara International Convention Center and Hotel di IKN Senilai Rp2 Triliun
Pembangunan Nusantara International Convention Center and Hotel di IKN Nusantara resmi dimulai setelah Presiden Jokowi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 12 Agustus 2024 lalu. Penasaran seperti apa potret dari proyek tersebut? Intip di sini!
Nusantara International Convention Center and Hotel adalah sebuah proyek baru yang sedang dibangun di IKN Nusantara, Kalimantan Timur.
Melansir situs presidenri.go.id, proyek ini dibangun oleh Royal Golden Eagle (RGE), salah satu perusahaan besar yang berkantor pusat di Singapura milik konglomerat Sukanto Tanoto.
Nantinya, bangunan Convention Center akan menjadi fasilitas untuk menyelenggarakan acara-acara internasional, konferensi, pertemuan tingkat tinggi, dan pameran.
Sementara itu, area hotel dengan fasilitas bintang lima menjadi akomodasi bagi para tamu dan delegasi yang menghadiri acara-acara tersebut.
Lalu, seperti apa bentuk bangunan tersebut dan terdiri dari apa saja kawasan tersebut?
Yuk, langsung saja intip satu per satu potretnya di bawah ini!
Potret Nusantara International Convention Center and Hotel
1. Berkonsep Hijau dan Berkelanjutan

Nusantara International Convention Center and Hotel dibangun dengan konsep hijau yang selaras pada konsep IKN sebagai forest city berprinsip cerdas, hijau, dan berkelanjutan.
Konsep hijau tersebut tecermin dari penggunaan sebagian material dan fasilitas di kawasan ini.
Selain itu, dikelilingi ruang terbuka hijau (RTH) yang ditanami pepohonan dan tanaman hias.

Mengutip akun YouTube Sekretariat Presiden, salah satu hal yang menarik dari konsep bangunannya adalah menggabungkan warisan budaya dan unsur alami.
Gabungan tersebut tergambar dari pola tenun dan anyaman rotan dari sebagian interior sehingga tampilan bangunan jadi lebih unik.
2. Seluas 12 Hektare

Berlokasi strategis di area 1B KIPP, proyek tersebut dibangun dengan luas 12 hektare.
Nantinya, kawasan ini terdiri dari Convention Center, Cultural Park, Centre Green Lung, Cultural Centre, dan Green Hotel.
Khusus Convention Center, dijadikan sebagai tempat untuk menyelenggarakan acara-acara kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition).
3. Convention Center Menampung 10 Ribu Orang

Mengutip laman liputan6.com, gedung Convention Center yang diperuntukan sebagai area MICE tersebut bisa menampung kurang lebih 10 ribu orang.
Sementara itu, untuk area hotel, tersedia kurang lebih 200 kamar tipe suites room yang didesain dengan konsep modern dan berkelanjutan.
Keberadaan hotel ini bakal menambah panjang hotel yang dibangun di IKN, seperti Hotel Nusantara, Hotel Jambuluwuk, dan Swiss-Belhotel Nusantara.
4. Menambah Daya Tarik IKN

Keberadaan proyek di IKN ini dinilai akan menambah daya tarik ibu kota baru di Kalimantan Timur.
Menurut Presiden Joko Widodo yang dikutip laman presidenri.go.id, bangunan tersebut diharapkan menjadi pusat pertemuan, konvensi, dan pameran internasional yang mendukung peran Nusantara sebagai kota yang mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan dan kecerdasan.
Sementara itu, Plt. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Nusantara sebagai pusat kegiatan bisnis dan ekonomi.
“Pembangunan ini sejalan dengan visi kita untuk menciptakan IKN sebagai kota yang mengutamakan keberlanjutan dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif,” ujarnya melansir kaltim.tribunnews.com.
***
Bagaimana menurutmu, Property People?
Semoga ulasan tersebut bermanfaat, ya.
Lagi cari hunian terjangkau di Kalimantan Timur atau daerah lainnya?
Langsung saja kunjungi Rumah123 dan temukan segala jenis properti impian karena #SemuaAdaDisini.
**sumber gambar: YouTube Sekretariat Presiden
Artikel Terkait
Dukung Penggunaan Kendaraan Listrik, PLN Hadirkan SPKLU di IKN
Demi mendukung pemerintah menjadikan kendaraan listrik sebagai moda tranporstasi utama baru, PLN membuat SPKLU di Nusantara.
Istilah SPKLU sendiri adalah singkatan dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum.
Sampai saat ini, PT PLN setidaknya sudah membuat 18 unit SPKLU di IKN, terdiri dari:
- SPKLU Ultra Fast Charging sebanyak 8 unit
- SPKLU Fast Charging sebanyak 4 unit
- SPKLU Medium Charging sebanyak 3 unit
- SPKLU untuk kendaraan roda dua sebanyak 3 unit.
Seluruh SPKLU PLN tersebut tersebar di tiga titik, yaitu di Stadion Batakan, Kantor Sekretariat Negara IKN, dan Gardu Hubung sementara.
Penggunaan SPKLU pun sudah mulai dicoba, khususnya ketika kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-79 di IKN.
Melansir web.pln.co.id, sampai 17 Agustus 2024 kemarin, SPKLU di IKN sudah melayani 340 transkasi lebih dengan total daya mencapai 6.568 kWh.
Menariknya, seluruh transaksi SPKLU dilakukan secara real time dan digital lewat menu Electric Vehicle pada SuperApp PLN Mobile.
Dengan bgeitu, proses pengisian daya listrik kendaraan di IKN dapat terpantau dengan baik.
Lantas, dari mana sumber listrik yang didapat oleh PLN? Melansir berbagai sumber, listrik yang di IKN semuanya bersumber dari energi baru terbarukan (EBT).
Hal tersebut memungkinkan karean listrik IKN sudah disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan berkapasitas 10 megawatt.
Memenuhi 100% Kendaraan Listrik di IKN

Foto: web.pln.co.id
Pembuatan beberapa SPKLU sejalan dengan rencana pemerintah, di mana kendaraan di IKN seluruhnya wajib menggunakan listrik.
Hal ini sering diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan, jika kendaraan di IKN 100% harus menggunakan listrik.
Selain kendaraan pribadi, transportasi di IKN juga direncanakan menggunakan 100% daya listrik.
Contohnya Autonomous Rail Transit (ART) atau yang dikenal dengan sebutan kereta tanpa rel.
Jenis kereta “canggih” ini sudah beroperasi di IKN dalam fase uji coba.
Meski begitu, kendaraan berbahan fosil bukan berarti dilarang begitu saja.
Kendaraan jenis fosil masih bisa beroperasi, tetapi dalam radius atau wilayah tertentu.
Mengutip ekonomi.bisnis.com, kendaraan berbahan bakar fosil bisa digunakan di sekitar kawasan IKN, seperti di daerah Balikpapan, Kutai, Paser, dan Samarinda.
Itulah informasi tentang SPKLU PLN yang mendukung penggunaan kendaraan listrik di Nusantara.
Semoga bermanfaat.
Artikel Terkait
Membangun Ibu Kota Nusantara Ramah Anak, Ini Upaya Pemerintah!
Demi membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) yang ramah anak, pemerintah melalui Otorita IKN menerapkan pinsip aman dan nyaman bagi semua kalangan.
Namun, mengapa membangun IKN yang ramah anak merupakan hal penting?
Melansir laman setneg.go.id, alasannya karena anak-anak adalah aset berharga bagi suatu bangsa.
Anak-anak kelak menjadi penerus bangsa yang bakal membawa perubahan di masa depan.
Maka itu, menciptakan kondisi lingkungan yang ramah anak merupakan hal yang penting di IKN.
Tidak hanya fasilitas, kota yang ramah anak harus memiliki tingkat keamanan, kesehatan dan pendidikan yang mumpuni, serta area bermain yang layak.
Ciri-Ciri Kota Ramah Anak
Lantas, bagaimana wujud nyata dari penerapan konsep kota ramah anak? Setidaknya ada beberapa ciri-ciri yang dapat kita temukan, seperti:
1. Adanya Ruang Terbuka Hijau
Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di IKN bisa memberikan tempat bagi anak-anak untuk melakukan aktivitas fisik, seperti bermain.
Lebih dari itu, ruang terbuka hijau bisa dimanfaatkan sebagai area interaksi anak, mengembangkan kreativitas, dan mendorong kecintaannya terhadap lingkungan.
2. Transportasi Publik yang Aman dan Nyaman
Ciri kota ramah anak selanjutnya adalah memiliki moda transportasi publik yang aman dan nyaman.
Hal ini sangat penting karena bisa menunjang aktivitas anak-anak saat berada di luar rumah.
Contoh nyatanya adalah tersedianya tempat duduk khusus anak di dalam moda tranportasi umum.
3. Fasilitas Pendidikan yang Bagus
Kota ramah anak sudah seharusnya dilengkapi oleh fasilitas pendidikan berkualitas, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.
Selain itu, adanya perpustakaan umum dan ruang belajar yang nyaman juga dibutuhkan.
Du hal ini bakal membantu anak-anak dalam mengembangkan minat dan bakatnya.
4. Fasilitas yang Ramah Keluarga
Tidak hanya anak-anak, memenuhi kebutuhan keluarga merupakan hal penting dalam membangun kota ramah anak.
Karena itu, Nusantara harus menyediakan fasilitas umum yang memudahkan orang tua dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Misalnya tersedia kesehatan, perbelanjaan, dan ibadah yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman.
Dengan kemudahan akses, orang tua dapat memberi perhatian optimal bagi anak-anak mereka.
5. Program Pengembangan Anak
Terakhir, kota ramah anak harus memiliki program pengembangan anak secara menyeluruh.
Program pengembangan yang dimaksud meliputi klub olahraga, sastra, seni, dan keterampilan lainnya.
Program tersebut harus memberi kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan minat dan bakatnya sesuai bidang yang disenangi.
Upaya Pemerintah Membangun IKN Ramah Anak

Foto: SCU
Langkah untuk mewujudkan Ibu Kota Nusantara ramah anak sudah dimulai sejak lama.
Contohnya seperti Fakultas Psikologi Soegijapranata Cayholic University bersama Yayasan Pendidikan Astra yang mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak di IKN, pada akhir Juli 2024 silam.
Tidak main-main, setidaknya ada 11 SD, dua SMP, dan dua SMK yang mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlingungan Anak.
Tidak cuma itu, OIKN juga melibatkan organisasi internasional dalam membahas konsep kota ramah anak di IKN, salah satunya United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat).
Pertemuan yang diselenggarakan pada akhir 2023 ini diisi oleh sejumnlah acara, mulai dari konferesinsi hingga panel diskusi.
Demikianlah pembahasan mengenai upaya pemerintah dalam mewujudkan IKN yang ramah anak.
Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.
Artikel Terkait
Sumbu Kebangsaan IKN Diresmikan Presiden Jokowi, Ini Fungsinya!
Setelah mulai dibangun sejak akhir tahun 2022, akhirnya Sumbu Kebangsaan IKN diremikan Presiden Joko Widodo, pada Rabu, 14 Agustus 2024.
Proses peresmian ini berlangsung di Plaza Seremoni, Sumbu Kebangsaan, dihadiri oleh sejumlah pihak.
Peresmian Sumbu Kebangsaan meliputi penataan pembangunan Plaza Seremoni, Jalur Pejalan Kaki, Jalur Pesepeda, Share Street, Visitor Centre, Amfiteater, Galeri UMKM, dan Forest Trail.
Sumbu Kebangsaan sebagai Ruang Terbuka Hijau

Foto: Humas Otorita IKN
Dalam acara peresmian kawasan Sumbu Kebangsaan, Jokowi mengungkap jika area ini merupakan ruang terbuka hijau yang menyimbolkan keharmonisan hubungan manusia dengan tuhan.
Selain itu, Sumbu Kebangsaan IKN juga tergolong sebagai simbol keharmonisan manusia dengan alam lingkungan dan manusia dengan sesamanya.
Jika nantinya sudah rampung 100%, Sumbu Kebangsaan akan menjadi surga pedestrian yang bisa dipakai untuk berjalan-jalan sambil menikmati taman, kolam, dan pohon-pohon rindang.
Kawasan di sekitar Sumbu Kebangsaan juga turut disiapkan dalam rangka menyambut perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemeredekaan Republik Indonesia.
Informasi Umum tentang Sumbu Kebangsaan

Foto: constructionplusasia.com
Secara umum, Sumbu Kebangsaan adalah area terbuka hijau yang secara imajiner menghubungkan Istana Presiden sampai Mangrove Ecopark.
Garis imajiner itu membentang dari Plaza Seremoni, Plaza Sipil, Plaza Bhinneka, Science and Tech Park, Plaza Adi Budaya, sampai ke Plaza Demokrasi.
Masing-masing area yang sudah disebutkan mempunyai keunikannya tersendiri.
Misalnya Plaza Seremoni, area tersebut merupakan ruang terbuka pertama yang terdapat di kawasan Sumbu Kebangsaan.
Letak Plaza Seremoni ada di sisi selatan Istana Kepresidenan
Di dalamnya terdapat lapangan upacara, gedung pusat pengunjung, hingga taman rawa.
Selanjutnya, ada sebuah area terbuka hijau di sebelah Selatan Plaza Seremoni yang disebut Plaza Sipil.
Kawasan ini dihubungkan langsung oleh jembatan penyeberangan dua tingkat.
Di dalam kawasan tersebut, terdapat bukit yang dapat dikunjungi oleh masyarakat untuk melihat sebagian besar kawasan inti pusat pemerintahan.
Itulah informasi mengenai Sumbu Kebangsaan IKN yang sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Temukan informasi lain seputar IKN di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.