Rencana Pengusaha Tambang Investasi di IKN Nusantara, Siap Bentuk Konsorsium!

Tidak hanya investor yang bergerak di sektor properti, sejumlah pelaku usaha lain pada sektor pertambangan juga rupanya tertarik untuk berinvestasi di IKN Nusantara. Berikut rencana para pengusaha tambang investasi di IKN.

 

Ketertarikan pengusaha tambang untuk investasi di ibu kota baru Nusantara diungkapkan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Rabu (9/10/2024).

 

Dalam pertemuan tersebut, Rosan mendampingi 16 pengusaha pertambangan yang bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta.

 

Menurut Rosan, pertemuan para pengusaha pertambangan itu berkaitan dengan minat pelaku usaha tambang yang menyatakan keinginannya untuk berinvestasi di IKN Nusantara.

 

Melansir detik.com, mayoritas pengusaha tambang yang bertemu dengan Presiden Joko Widodo itu memiliki area operasi di Kalimantan.

 

Sejumlah pengusaha di sektor ini tertarik menanamkan modalnya di berbagai sektor di IKN Nusantara, Kalimantan Timur, yang bertajuk ‘dari Kalimantan dan untuk Kalimantan.’

 

Simak informasinya lebih lengkap di bawah ini, Property People!

 

Rencana Pengusaha Tambang Investasi di IKN Nusantara, Siap Bentuk Konsorsium

pengusaha tambang investasi di ikn

Sumber: Unsplash/Dominik Vanyi

 

Minat para pengusaha tambang investasi di IKN Nusantara tersebut rupanya tidak main-main.

 

Pasalnya, Rosan Roeslani mengatakan bahwa para pengusaha pertambangan siap membentuk konsorsium agar bisa berinvestasi pada sejumlah sektor di IKN.

 

Melansir antaranews.com, para pengusaha pertambangan akan membentuk konsorsium untuk membangun berbagai infrastruktur di Nusantara.

 

Adapun rencana pembangunan tersebut meliputi pembangunan taman bermain, membangun komunitas dan mendorong terciptanya gaya hidup, membangun restoran, hingga terbuka peluang membangun perkantoran dan lainnya.

 

“Jadi ini adalah suatu kerja sama dari para pengusaha tambang untuk membangun IKN bersama-sama,” kata Rosan mengutip laman antaranews.com.

 

Minat Investasi, Pengusaha Tambang Bakal Berkunjung ke IKN Nusantara

pengusaha tambang investasi di ikn

Sumber: jpnn.com

 

Seiring dengan ketertarikan sejumlah pengusaha tambang investasi di IKN tersebut, Rosan akan mengajak para pengusaha pertambangan untuk berkunjung ke IKN pada Jumat 11 Oktober 2024.

 

Ajakan pelaku usaha tambang untuk datang ke ibu kota baru itu bertepatan dengan rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke Nusantara.

 

Menurut Rosan, salah satu pengusaha tambang yang ikut dalam kunjungan tersebut adalah Direktur Utama PT Adaro Energy Tbk., Garibaldi Thohir, yaitu adik dari Menteri BUMN Erick Thohir.

 

Rosan mengatakan bahwa Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir itu memegang prinsip “seeing is believing” sehingga menjadi alasan bagi para pengusaha untuk melihat langsung progres pembangunan IKN.

 

“Karena tadi Pak Boy (Thohir) menyampaikan, seeing is believing. Biar mereka bisa melihat pembangunan yang begitu baik, begitu lancar di IKN ini sehingga mereka menimbulkan minat untuk investasi yang lebih besar lagi,” kata Rosan melansir laman cnnindonesia.com.

 

Dengan kunjungan pelaku usaha pertambangan ke IKN, Rosan berharap para pengusaha tersebut makin yakin untuk berinvestasi di IKN Nusantara.

 

Adapun, Rosan mengatakan bahwa sejauh ini sudah ada beberapa investasi yang masuk di IKN, baik dari sektor swasta dan pemerintah.

 

Nilai investasi swasta di IKN telah mencapai sebesar Rp58,6 triliun, sedangkan nilai investasi dari pemerintah tembus Rp85 triliun.

 

***

Semoga informasi mengenai rencana pengusaha tambang investasi di IKN tersebut bermanfaat.

 

Simak perkembang lain seputar IKN Nusantara lainnya pada laman ini, ya.

 

Nah, jika kamu sedang mencari hunian di sekitar IKN, langsung saja kunjungi Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Mengenal Profil Delonix Group, Investor Asing Pertama yang Masuk IKN

Perusahaan properti asal Tiongkok, Delonix Group, telah resmi menjadi investor asing pertama di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan komitmen investasi sebesar Rp500 miliar, perusahaan ini akan mengembangkan sebuah kawasan baru di IKN. Masuknya Delonix Group menandai dimulainya babak baru investasi asing di ibu kota baru Indonesia.

 

Perusahaan pengembang properti berskala internasional ini akan merealisasikan proyek pembangunan kawasan terpadu (mixed-use) di Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan luas lahan 24.000 meter persegi.

 

Proyek yang diberi nama Delonix Nusantara ini diketahui akan membangun berbagai fasilitas, mulai dari hotel berbintang, apartemen servis, pusat perbelanjaan modern, gedung perkantoran, hingga pusat kebugaran dan olahraga.

 

“Dengan investasi di IKN ini Delonix Group masuk sebagai perusahaan asing perintis yang berinvestasi di IKN, dan ini akan membawa dampak pada investor lain untuk segera masuk ke IKN,” ungkap Jokowi saat groundbreaking Delonix Nusantara, di IKN, Rabu (25/9/2024).

 

Mengenal Delonix Group

 

Lalu, siapa sebenarnya Delonix Group?

 

Delonix Group, sebuah perusahaan multinasional yang didirikan oleh tokoh bisnis ternama Alex Zeng dan berpusat di Shenzhen, China, telah menjadi pemain utama dalam industri perhotelan dan pariwisata global.

 

Dengan dukungan investor terkemuka seperti Sequoia Capital dan Ocean Link Management, Delonix mengelola jaringan luas yang terdiri dari 16 merek hotel dan resort internasional serta lebih dari 1.600 properti.

 

Fokus utama perusahaan ini adalah pada sektor konsumen offline, terutama di bidang perhotelan, restoran, dan layanan bandara.

 

Portofolio investasi Delonix yang ekstensif mencakup berbagai merek, termasuk New Century Hotels and Resorts dan Betterwood Lifestyle Lab, dengan total lebih dari 195.000 kamar yang tersebar di berbagai lokasi strategis di seluruh dunia.

 

Lalu, Delonix juga telah memperluas jangkauannya di Indonesia dengan meluncurkan dua merek hotel baru, yaitu Ruby Hotel dan MJ Hotel. Perusahaan ini memiliki ambisi untuk membuka 20 hotel dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

 

Didirikan Pengusaha Industri Perhotelan

 

Delonix Group

sumber: iknpos.id

 

Sementara itu, Delonix Group didirikan oleh Alex Zheng, seorang pengusaha di industri perhotelan.

 

Kariernya dimulai pada tahun 2005 ketika ia mendirikan 7 Days Inn dan menjabat sebagai CEO.

 

Setelah sukses membawa 7 Days Inn ke bursa saham New York pada tahun 2009, Zheng kemudian melakukan langkah strategis dengan mengkonsolidasikan bisnisnya melalui pembentukan Plateno Group pada tahun 2013.

 

Dalam waktu singkat, Plateno Group berhasil menjadi pemain utama di industri perhotelan Asia dengan jaringan hotel yang sangat luas.

 

Namun, pada tahun 2016, Zheng memutuskan untuk melepas Plateno Group kepada Jin Jiang Hotels.

 

Keputusan ini menandai babak baru dalam kariernya. Tak lama setelahnya, pada tahun 2017, Zheng mendirikan Betterwood Hotel Group, menunjukkan ambisinya untuk terus berkecimpung di industri yang telah membesarkan namanya.

 

***

 

Semoga bermanfaat, ya.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Resmi, Inilah Investasi China di IKN Nusantara. Bangun Hotel, Apartemen, Perkantoran, dan Mal!

Sejumlah investor luar negeri mulai menanamkan investasinya pada proyek pembangunan ibu kota baru, Kalimantan Timur. Salah satu investor tersebut adalah China. Apa investasi China di IKN Nusantara? Simak beritanya pada artikel ini!

 

China adalah salah satu negara yang sejak dulu berminat terhadap megaproyek IKN Nusantara.

 

Bahkan, melansir situs presidenri.go.id, Presiden Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping telah bertemu pada tahun lalu guna membahas kerja sama dua negara.

 

Pada pertemuan di China tersebut, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan bahwa China diharapkan menjadi mitra strategis dalam pembangunan IKN.

 

Kabar baiknya, pada tahun ini, investasi China di IKN Nusantara rupanya akan segera terwujud dengan adanya peletakan batu pertama (groundbreaking) ke-8 di IKN.

 

Pada peletakan batu pertama yang bakal dilakukan oleh Presiden Jokowi pada Rabu (25/9/2024) tersebut, para investor asing akan turut serta dalam proses pembangunan di IKN, termasuk China.

 

Lalu, apa saja investasi China di Nusantara? Simak selengkapnya pada ulasan berikut ini!

 

Investasi China di IKN Bangun Proyek Mixed Use

investasi china di ikn

Sumber: balpos.com

 

Melansir Kompas.com, dua tahun pengerjaan infrastruktur fisik di IKN rupanya mampu menarik investasi asing, salah satunya China.

 

Melalui Delonix Bravo, investor asal China tersebut secara resmi akan menanamkan modalnya pada sejumlah proyek di IKN Nusantara.

 

Menurut laman liputan6.com, investor asing itu bakal membangun proyek berkonsep mixed use, yaitu proyek yang memadukan beberapa jenis dan fungsi properti.

 

“Investasi swasta luar negeri masuk pertama kali melalui sektor mix use yaitu Delonix Bravo Investment dari Tiongkok yang akan membangun hotel, apartemen, kantor, dan pusat perbelanjaan,” ujar Troy Pantouw, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik.

 

Troy Pantouw mengatakan bahwa pembangunan IKN Nusantara yang menunjukkan progres signifikan tersebut menjadi daya tarik investor asing untuk berinvestasi di ibu kota baru.

 

China Garap Proyek Rusun IKN

 

Sebelumnya, investasi China di IKN juga berencana membangun proyek rumah susun (rusun) untuk hunian para ASN.

 

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN (OIKN) Agung Wicaksono.

 

Menurut Agung, China bakal terlibat dalam penggarapan 70 tower rusun ASN IKN melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

 

“Ini akan ditargetkan dibangun tahun ini, total 70 tower dari 7 pemrakarsa itu, 70 tower sesuai timeline mulai dibangun tahun ini,” katanya melansir laman Kompas.com.

 

Dari 70 tower tersebut, Citic Construction dari China yang tergabung dalam Konsorsium Nusantara bersama dengan PT Risjadson Brunsfield Nusantara rencananya akan membangun 60 tower rusun untuk ASN Kementerian Pertahanan dan Keamanan (Hankam).

 

Hanya saja, sejauh ini, Citic Construction belum melakukan peletakan batu pertama pada proyek tower rusun ASN tersebut.

 

***

 

Semoga informasi terkait investasi China di Nusantara tersebut bermanfaat, Property People.

 

Yuk, baca informasi seputar perkembangan IKN Nusantara lainnya pada laman ini.

 

Nah, kalau sedang cari properti, pastikan kunjungi Rumah123 karena yang kamu cari #SemuaAdaDisini.

8 Cara Investasi di IKN yang Harus Dilalui Calon Investor

Mengingat pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mulai terlihat wujudnya, tidak sedikit orang yang bertanya bagaimana cara investasi di IKN.

 

Apalagi, pemerintah membuka selebar-lebarnya peluang investasi bagi pengusaha atau perusahaan untuk berinvestasi di IKN, termasuk investor dalam negeri.

 

Sampai saat ini, sudah banyak perusahaan besar dalam negeri yang tertarik menanamkan model di IKN.

 

Lalu, seperti apa cara investasi di IKN? Apakah prosesnya rumit? Ketahui jawabannya di bawah ini.

 

Tahap-Tahap Investasi di IKN 

 

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono menjelaskan, ada delapan tahapan yang perlu dilewati investor yang ingin berinvestasi di IKN, yakni:

 

1. Mengajukan Letter of Intent (LOI)

 

cara investasi di ikn

Foto: BPMI Setpres

 

Pertama, calon investor harus mengajukan Letter of Intent atau LOI.

 

Mengutip berbagai sumber, LOI adalah dokumen awal yang menyatakan niat serius dari pihak-pihak terkait untuk melakukan investasi dalam suatu proyek atau perusahaan.

 

2. Mengikuti 1-on-1 Meeting

 

Tahap berikutnya, calon investor akan melakukan 1-on-1 meeting dengan pihak IKN.

 

Di dalam meeting ini, akan dibahas mengenai model yang ingin ditanamkan di Ibu Kota Nusantara.

 

3. Menerima Response Letter

 

Tidak ada penjelasan detail terkait apa itu response letter.

 

Namun, secara umum response letter adalah dokumen balasan yang dikirim oleh pihak penerima investasi sebagai tanggapan terhadap LOI yang diajukan.

 

4. Melakukan Feasibility Study

 

Cara investasi di IKN berikutnya adalah melakukan feasibility study atau studi kelayakan.

 

Pada tahap ini, akan dilakukan analisis menyeluruh untuk menilai potensi keberhasilan proyek atau investasi yang diajukan.

 

5. LOI Review dan Prioritization

 

Sama seperti response letter, tidak ada informasi detail mengenai LOI review dan prioritization yang dijelaskan oleh pemerintah.

 

Namun, pada tahapan ini, kemungkinan besar pemerintah akan menganalisis LOI yang diterima dari calon investor.

 

Analisis ini meliputi penilaian terhadap kelayakan LOI dan kecocokannya dengan tujuan organisasi atau proyek.

 

Setelah LOI dievaluasi, surat-surat tersebut diberi peringkat berdasarkan relevansi, dampak, urgensi, potensi keuntungan, atau kriteria lain yang ditetapkan.

 

Ini membantu pemerintah untuk memfokuskan sumber daya pada LOI yang paling menjanjikan atau paling mendesak.

 

6. Menerima Confirmation Letter

 

Dalam konteks investasi, confirmation letter digunakan untuk mengonfirmasi detail yang telah disepakati oleh para pihak setelah kesepakatan awal dilakukan.

 

7. Menandatangi NDA dan Data Request

 

Non-Disclosure Agreement atau NDA merupakan perjanjian kerahasiaan yang mengikat pihak terkait, agar tidak mengungkapkan informasi sensitif selama evaluasi atau negosiasi berlangsung.

 

8. Deal Closing

 

Seperti namanya, deal closing merupakan tahap akhir dalam tahapan investasi di IKN.

 

Pada tahapan ini, pihak-pihak terkait mencapai kesepakatan final atas perjanjian yang dilakukan.

 

Itulah tahapan atau tata cara investasi di IKN yang menarik diketahui.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Mengenal Dua Investor Asing Pertama di IKN, Siapa Saja?

Menurut informasi terbaru, setidaknya sudah ada dua investor asing pertama yang siap menanamkan modalnya di Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Hal ini merupakan wujud nyata dari usaha pemerintah untuk melibatkan berbagai sektor dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia.

 

Dari dua nama tersebut, salah satu perusahaan yang santer terdengar adalah Sembcorp Utilities Pte Ltd.

 

Kabar soal merapatnya Sembcorp Utilities sebagai investor asing pertama IKN disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani.

 

Mengenal Sembcorp Utilities

 

investasi sembcorp utilities di ikn

 

Sembcorp Utilities Pte Ltd adalah perusahaan yang bergerak di bidang energi baru terbarukan (EBT).

 

Perusahaan ini berpusat di Singapura dan berstatus sebagai EBT ternama di Asia.

 

Sembcorp Utilities memiliki komitmen yang kuat terhadap transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.

 

Hal ini sejalan dengan visi IKN sebagai kota pintar yang ramah lingkungan.

 

Dalam investasinya di IKN, Sembcorp Utilities menggelontorkan dana senilai $US60 juta atau sekitar Rp930 miliar.

 

Rencananya, investasi tersebut akan dimulai pada September 2024 untuk proyek pembangunan solar panel bertenaga 5-6 megawatt (MW).

 

Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu kurang lebih 3 bulan sejak tanggal dimulainya investasi.

 

Kehadiran solar panel ini diharapkan mampu menambah suplai listrik dan air bersih di kawasan IKN.

 

Investasi Raffles Education Limited di IKN

 

investasi raffles education limited di ikn

 

Sembcorp Utilities bukan satu-satunya investor asing di IKN.

 

Masih ada Raffles Education Limited perusahaan yang bergerak dalam bidang pendidikan yang juga berasal dari Singapura.

 

Sebelumnya, sudah ada penandatanganan  Memorandum of Understanding atau (MoU) antara Kementerian Investasi BKPM dengan Chairman dan CEO Raffles Education Limited, Chew Hua Seng.

 

MoU ini merupakan kerangka kerja kolaborasi antara Kementerian Investasi BKPM dengan Raffles Education Limited untuk memfasilitasi potensi investasi pendidikan di Indonesia.

 

Hal ini dilakukan agar tersedia fasilitas pendidikan berkualitas tinggi dan selaras dengan kebutuhan tenaga kerja di Indonesia, khususnya di IKN.

 

Masuknya dua perusahaan asing asal Singapura sebagai investor pertama IKN menjadi sinyal positif untuk pertumbuhan ekosistem investasi.

 

Kabar mengenai datangnya investor asing pertama di IKN sebenarnya sudah sempat dibocorkan oleh Plt Kepala OIKN Basuki Hadimuljono.

 

Saat itu, Basuki menyebut bakal ada sekitar tujug investor yang  ikut groundbreaking ke-8 pada bulan September 2024.

 

Meski tidak menyebut nama-nama investor tersebut, Basuki membocorkan sektor-sektor investasi yang akan ditanamkan modal, meliputi pendidikan dan hotel.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Dampak Pembangunan IKN, Bisnis Pergudangan di Balikpapan Mulai Diminati Investor

Bisnis pergudangan di Balikpapan mulai diminati investor seiring dengan pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

 

Pasalnya, perpindahan ibu kota baru ke Nusantara tersebut rupanya menarik para investor untuk menanamkan investasi propertinya di sektor pergudangan.

 

Melansir kompas.com, tidak hanya di Balikpapan, permintaan pasar pergudangan juga terjadi di wilayah-wilayah lain sekitar IKN.

 

Dengan minat yang tinggi dan sebagai dampak positif dari pembangunan IKN, ke depannya Kota Balikpapan berpotensi memiliki pergudangan modern.

 

Bahkan, beberapa pengusaha sudah berinvestasi di sektor pergudangan dengan luas lahan yang cukup besar.

 

Simak informasinya lebih lanjut di bawah ini!

 

Permintaan Gudang di Dekat IKN Mulai Diminati

bisnis pergudangan di balikpapan
Sumber: Unsplash/Marcin Jozwiak

 

Bisnis pergudangan di Balikpapan atau sekitar IKN mulai diminati dengan adanya pengusaha yang membuka bisnis ini.

 

Menurut Country Head and Head of Logistics & Industrial Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, Farazia Basarah, para investor mulai membuka gudang dengan luas lahan sekitar 5.000—10.000 meter persegi.

 

“Untuk di Kalimantan, karena ada imbas IKN, kita melihat ada demand di Balikpapan. Sebenarnya, agak cukup besar, mereka starting (mulai) 5.000 square meter—10.000 square meter,” kata Farazia melansir Kompas.com.

 

Farazia mengatakan bahwa investor tersebut bergerak dalam industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) atau perusahaan produk konsumen yang sering dibeli dan dikonsumsi.

 

Menurutnya, ada satu sampai dua perusahaan FMCG yang menginginkan pembukaan gudang di Balikpapan.

 

“Walaupun stoknya tidak ada, jadi oke boleh kita beli tanah kosong, nanti kita bangun pergudangan. Jadi, kita sudah melihat satu sampai dua permintaan [pergudangan] di dekat IKN,” ujar Farazia.

 

Melansir antaranews.com, nantinya IKN—Balikpapan—Samarinda akan membentuk segitiga pembangunan ekonomi yang saling melengkapi.

 

Khusus Balikpapan, ke depannya akan menjadi “otot” pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan pusat logistik dan layanan pengirimannya untuk sektor-sektor yang berorientasi pada impor dan ekspor.

 

Selain itu, Balikpapan juga bakal memperkuat peran superhub ekonomi dalam arus perdagangan antar dan intra-regional.

 

Kawasan Pergudangan di IKN Tengah Dibangun

bisnis pergudangan di balikpapan
Sumber: faktanusa.com

 

Tidak hanya potensi bisnis pergudangan di Balikpapan, di IKN Nusantara sendiri mulai dibangun kawasan pergudangan.

 

Sejauh ini, pemerintah berkomitmen membangun sebuah pergudangan modern di IKN Nusantara bernama Nusantara Warehouse Park.

 

Rencananya, pergudangan Nusantara Warehouse Park tersebut akan dilengkapi teknologi digital yang canggih.

 

Melansir situs ikn.go.id, pergudangan yang dirancang oleh PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. ini akan berteknologi smart, sustainable, dan green.

 

Nusantara Warehouse Park juga terletak strategis karena berada di di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1C IKN.

 

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menuturkan bahwa pembangunan area pergudangan modern di IKN tersebut mencapai 3,3 hektare.

 

Pembangunan yang dilakukan investor lokal IKN dari Kalimantan Timur ini menelan investasi senilai Rp100 miliar.

 

Dengan penerapan teknologi hijau dan praktik ramah lingkungan, Nusantara Warehouse Park diharapkan dapat menjadi contoh bagi industri pergudangan di seluruh Nusantara.

 

Menurut Jokowi, industri pergudangan Nusantara Warehouse Park juga bakal melengkapi aktivitas pembangunan di Nusantara menyusul proyek-proyek lainnya, salah satunya Astra Biz Center IKN seluas 3,4 hektare.

 

***

 

Semoga informasi tersebut bermanfaat, Property People.

 

Lagi cari hunian terjangkau di Kalimantan Timur atau daerah lainnya?

 

Langsung saja kunjungi Rumah123 dan temukan segala jenis properti impian karena #SemuaAdaDisini.

Inilah Perkembangan Peran Rusia di IKN, Jadi Investasi?

Foto: Biro Setpres RI

Peran Rusia di IKN sudah mencapai tahap baru. Kini, negeri di Eropa Timur itu sudah menyatakan kesiapannya untuk membantu Indonesia dalam membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Seperti diketahui, pembangunan IKN membutuhkan investor agar prosesnya bisa terlaksana dengan baik.

Tak hanya investor dalam negeri, dibutuhkan juga investor dari luar negeri yang berasal dari sejumlah negara.

Salah satu negara yang ‘dibujuk’ oleh delegasi Indonesia adalah Rusia.

Seperti apa peran Rusia di IKN saat ini? Berikut perkembangan terbarunya.

Siap Berbagi Pengalaman dengan Indonesia

Dubes Rusia menjelaskan mengenai investasi di IKN

Foto: Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov (kanan) dan Duta Besar Rusia untuk ASEAN Evgeny Zagaynov (kiri) dalam pernyataan pers kepada media di Jakarta, Selasa (20/8/2024). (Liputan6/Benedikta Miranti)

Mengenai pembangunan IKN, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich mengungkapkan, pihaknya siap untuk berbagi pengalaman.

Dia menjelaskan, perusahaan Rusia bisa sangat berguna untuk kota baru dan penting seperti IKN, lantaran punya kompetensi di bidang yang terkait, terutama belajar dari pembangunan smart city di Moskow.

Menurutnya, pihak Rusia hanya perlu pemahaman lebih spesifik mengenai apa yang dibutuhkan oleh otoritas di IKN.

“Dan kita akan siap untuk melakukan sesuatu,” ujar Sergei, dikutip dari Liputan6.com.

Menantikan Proyek Konkret

Dubes Rusia bicara soal IKN

Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov saat memberikan keterangan di kediamannya di Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2024. (Medcom.id / Marcheilla Ariesta)

Dalam kesempatan yang sama, Sergei juga mengatakan, pihaknya belum menerima proyek konkret yang diajukan terkait peran Rusia di IKN.

Jadi, bisa dikatakan, investasi Rusia belum terlaksana.

Hanya saja, menurut Sergei, beberapa delegasi Indonesia memang telah menantikan perusahaan Rusia untuk melakukan sesuatu untuk IKN.

“Kami telah mendengar beberapa kali dari delegasi Indonesia bahwa mereka ingin melihat perusahaan Rusia melakukan sesuatu untuk ibu kota baru Anda,” ujar Sergei dalam pernyataan pers kepada media di kediamannya di Jakarta, Selasa (20/8/2024).

Mengembangkan Perumahan

Magnum Estate Perusahaan Asal Rusia

Selain disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, minat investasi Rusia di IKN juga pernah disampaikan oleh perusahaan asal Rusia bernama Magnum Estate.

Co-founder Magnum Estate, Igor Maximov sempat berujar, IKN akan potensial di masa depan.

Pihaknya mengaku akan membangun proyek residensial untuk mengakomodasi kebutuhan tempat tinggal agar tercipta gaya hidup urban perkotaan.

“Layaknya Dubai, dan kota-kota dunia lainnya,” ujar Igor dikutip dari Kompas.com.

Sebelumnya, Igor juga mengaku telah menyuarakan mengenai pembangunan Indonesia di sejumlah forum ekonomi dunia, pameran internasional, dan pertemuan tingkat tinggi lainnya.

Menurutnya, Magnum Estate ingin terus menarik investasi dan wisatawan masuk ke Indonesia, termasuk IKN.

Rusia akan Ambil Bagian dalam Rencana IKN

Presiden Jokowi pernah melakukan kunjungan kerja ke Rusia pada 2022.

Ketika itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut pernah membahas mengenai investasi Rusia di IKN dengan Presiden Vladimir Putin.

Dalam kesempatan itu, Putin menawarkan agar perusahaan kereta api Rusia berinvestasi di IKN.

Menurut pernyataan Kedutaan Besar Rusia, Presiden Putin memang mengaku, Moskow akan mengambil bagian dalam rencana pembangunan IKN yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

***

Itulah dia perkembangan keikutsertaan Rusia di IKN.

Berdasarkan penjelasan di atas, Rusia memang telah menyatakan ketertarikannya berinvestasi dan terlibat dalam pembangunan infrastruktur ibu kota baru,

Seiring dengan berjalannya waktu, kita akan melihat bagaimana kemitraan ini berkontribusi pada masa depan IKN.