Peluang Investasi UMKM IKN, Menjanjikan?

Sumber foto ilustrasi UMKM IKN: mediaetam.com

UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) punya peran penting dalam roda perekonomian Indonesia.

Selain menciptakan lapangan kerja, sebagian besar nilai ekonomi negara dihasilkan oleh UMKM.

Pun begitu dengan UMKM IKN. Keberadaannya begitu penting, sehingga didorong agar bermunculan UMKM di ibu kota Indonesia yang baru.

Lalu, untuk UMKM di sekitar daerah mitra IKN, juga sedang diberikan perhatian agar terus berkembang.

Seperti apa fakta-fakta penting UMKM IKN? Ketahui selengkapnya melalui artikel ini.

Peluang Investasi UMKM IKN

UMKM kerajinan

Sumber: nomorsatukaltim.com

Peluang investasi UMKM di IKN bisa sangat prospektif, karena ibu kota baru Indonesia ini akan menjadi pusat aktivitas baru yang membutuhkan beragam jenis produk dan layanan.

Tidak hanya disuplai oleh industri besar, tentu kebutuhan produk dan layanan itu bisa saja didukung oleh UMKM.

Beberapa sektor kebutuhan di IKN yang bisa disuplai oleh UMKM di antaranya adalah sebagai berikut:

– Sektor kuliner

– Kerajinan tangan

– Suvenir

– Produk dan jasa ramah lingkungan

– Perdagangan ritel

– Layanan keuangan mikro

– Dan masih banyak lagi

Pendapat mengenai peluang investasi bagi UMKM IKN juga pernah disampaikan oleh Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi.

“Perpindahan IKN Nusantara menjadi peluang usaha bagi pengusaha maupun para pelaku UMKM. Dan IKN bisa menjadi salah satu pendorong peningkatan usaha, investasi dan pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujarnya, dikutip dari laman kaltimprov.go.id.

Kendati begitu, Hadi tak memungkiri adanya tantangan bagi UMKM yang ingin masuk ke pasar IKN.

Menurutnya, UMKM harus menghasilkan produk yang bisa bersaing dan bisa meningkatkan sumber daya manusianya.

“Para pelaku UMKM diharapkan terus meningkatkan kompetensinya, sehingga dapat berkarya dan menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing di pasar global,” ujarnya.

UMKM Harus Digandeng Investor

Suasana kantin UMKM dengan pengunjung di kawasan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (13/2/2024). ANTARA/Bayu Saputra.

Sumber: ANTARA/Bayu Saputra

Pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar UMKM terlibat dalam proses perkembangan IKN.

Menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Sudiyarto, kemitraan antara usaha besar dan UMKM mendapatkan perhatian tersendiri.

Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK) dan peraturan turunannya yaitu Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kemitraan di Bidang Penanaman Modal antara Usaha Besar dengan UMKM.

Lebih lanjut Sudiyarto menyadari betapa pentingnya kontribusi UMKM dalam pembangunan nasional.

Pada tahun 2023, pelaku usaha UMKM mencapai sekitar 66 juta dengan kontribusi UMKM mencapai 61% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia, setara Rp. 9.580 triliun serta penyerapan 117 juta pekerja.

“Harapannya, dengan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak dapat mendukung pengembangan dan keberlanjutan UMKM,” ujar Sudiyarto dikutip dari ksp.go.id.

Dengan adanya pernyataan tersebut, berarti UMKM bisa mendapatkan iklim usaha yang baik di IKN.

Ke depannya, UMKM bisa terus berkembang saat berkolaborasi dengan industri besar dan investor.

UMKM Dilibatkan dalam Rangkaian Kemerdekaan ke-79 RI di IKN

upacara 17 agustus di IKN

Bukti komitmen pemerintah untuk terus mendukung keterlibatan UMKM di IKN adalah dengan melibatkan UMKM pada rangkaian peringatan Kemerdekaan ke-79 RI di IKN Nusantara pada 2024.

Ada sekitar 300-400 UMKM yang terlibat dalam peringatan tersebut.

Sebelumnya, UMKM itu telah mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Menurut Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, salah satu UMKM yang berperan penting adalah yang bergerak di bidang makanan dan minuman.

“Penggerak ekonomi nasional Indonesia adalah UMKM. Oleh karena itu, teman-teman pelaku  UMKM perlu dibina dan diberi perhatian lebih, terutama UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman di wilayah IKN,” katanya, dikutip dari indonesia.go.id.

***

Peluang investasi di sektor UMKM masih menjanjikan, apalagi jika didukung pemerintah, infrastruktur modern, dan visi IKN sebagai kota berkelanjutan.

Dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga teknologi ramah lingkungan, UMKM di IKN memiliki berbagai peluang untuk tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. 

Jadi, bagi kamu yang ingin menjajaki peluang emas usaha kecil menengah di IKN, inilah saatnya  berkontribusi dalam membangun kota masa depan yang dinamis dan inklusif.

Daya Tarik Pulau Kumala Kutai Kartanegara & Harga Tiket Masuk

Pulau Kumala di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur adalah destinasi wisata yang menarik. Apa saja daya tarik pulau ini dan berapa harga tiket masuknya? Yuk, simak!

Seperti diketahui, Pulau Kumala merupakan sebuah pulau di daerah delta Sungai Mahakam. Bentuk pulau memanjang di sebelah barat Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. 

Pada 2000 lalu, Pulau Kumala dibangun menjadi sebuah kawasan wisata. Sayang, pembangunannya sempat dihentikan, tetapi sekarang pulau ini sudah bisa dikunjungi.

Ada beberapa daya tarik yang dimiliki oleh Pulau Kumala Kutai Kartanegara, mulai dari keindahan alamnya hingga aktivitas seru yang bisa dilakukan oleh pengunjung.

Daya Tarik Pulau Kumala Kutai Kartanagara

Foto: Okezone

Keindahan Alam dan Lokasi

Pulau Kumala terletak di tengah Sungai Mahakam dan memiliki luas sekitar 85 hektare. Pulau ini awalnya merupakan delta yang terbentuk dari sedimentasi lumpur sungai.

Dari atas, pulau ini tampak seperti kapal yang memanjang. Bentuk pulau demikian memberikan kesan unik dan menarik bagi para pengunjung.

Selain itu, pemandangan sungai yang mengelilingi Pulau Kumala tampak sangat indah. Maka dari itu, destinasi wisata di Kalimantan Timur ini menarik untuk dikunjungi.

Wahana Hiburan dan Permainan

Pulau Kumala menawarkan lebih dari sepuluh wahana permainan yang menyenangkan, seperti jet coaster, bombom car, dan kereta gantung. Salah satu daya tarik utama adalah sky tower

Menara tersebut mempunyai tinggi 70 meter yang bisa berputar. Memberikan pemandangan 360 derajat dari sekitar pulau hingga Kota Tenggarong.

Dengan berbagai wahana yang menarik dan fasilitas yang lengkap, Pulau Kumala menjadi destinasi wisata yang sempurna untuk keluarga dan pengunjung dari segala usia.

Akuarium Raksasa

Pulau ini juga memiliki akuarium raksasa yang menampung ikan pesut (Orcaella brevirostris), spesies lumba-lumba air tawar yang terancam punah.

Akuarium ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat dari dekat kehidupan dan perilaku ikan pesut, yang biasanya sulit ditemukan di alam liar.

Selain itu, akuarium ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan konservasi, meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi spesies yang terancam punah.

Dekorasi dan Spot Foto

Pulau Kumala dihiasi dengan berbagai dekorasi menarik, termasuk patung naga dan lembuswana, yang bagus dijadikan spot berswafoto.

Patung-patung ini tidak hanya menambah keindahan visual pulau, tetapi juga memberikan sentuhan budaya lokal yang khas. Patung naga hadir dengan detail ukiran yang rumit.

Sementara itu, patung lembuswana merupakan simbol mitologi Kutai Kartanegara. Menambah elemen sejarah dan kebudayaan yang kaya di Pulau Kumala.

Budaya dan Sejarah

Pulau Kumala menggabungkan unsur kebudayaan Kutai Kartanegara dengan fasilitas modern. Ada beberapa rumah adat Dayak & pusat pengalaman Dayak yang memberikan nilai edukatif.

Rumah-rumah adat itu dibangun dengan detail arsitektur tradisional yang autentik, memungkinkan pengunjung untuk merasakan dan memahami kehidupan serta budaya Dayak.

Sedangkan pusat pengalaman Dayak menawarkan berbagai kegiatan interaktif, seperti demonstrasi kerajinan tangan, tarian tradisional, dan cerita rakyat.

Dengan kombinasi ini, Pulau Kumala tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga pusat pembelajaran budaya yang berharga.

Harga Tiket Masuk Pulau Kumala

Foto: Kompas.com

Pulau yang terletak di tengah Sungai Mahakam ini sudah dikunjungi oleh lebih dari 500 orang. Hal tersebut menunjukkan popularitasnya sebagai destinasi wisata.

Pengunjung yang datang ke Pulau Kumala dikenakan harga tiket masuk terjangkau, yaitu registrasi sebesar Rp10.000 bagi dewasa dan Rp5.000 bagi anak-anak.

Dengan harga tiket yang ramah di kantong, Pulau Kumala menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam, wahana permainan, serta edukasi.

Rute ke Pulau Kumala

Taman Wisata Pulau Kumala berada dalam radius 27 kilometer dari Kota Samarinda. Perjalanan ke pulau ini bisa ditempuh melalui Jembatan Kutai Kartanegara.

Waktu tempuh yang diperlukan yaitu sekitar 30 menit. Sementara itu, jarak dari Kota Balikpapan ke Pulau Kumala sekitar 130 kilometer, ini bisa ditempuh kurang lebih 3 jam via jalur darat.

Selain itu, Taman Wisata Pulau Kumala juga bisa dicapai dengan transportasi air melewati Sungai Mahakam. Demikian ulasan tentang Pulau Kumala, semoga bermanfaat!

5 Jenis Baju Adat Kalimantan Timur untuk Dikenali

Kalimantan Timur memiliki warisan budaya unik termasuk dalam hal busana tradisional. Artikel ini mengulas tentang lima jenis baju adat Kalimantan Timur. Yuk, simak!

Baju adat Kalimantan Timur menampilkan visual indah, sarat makna dan nilai sejarah. Pakaian ini masih digunakan sampai hari ini dalam upacara adat, pernikahan, atau event resmi lainnya.

Setiap motif dan detail pada baju adat Kalimantan Timur mencerminkan kekayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Jadi, lebih dari sekadar pakaian kebanggaan.

Baju Adat Miskat

Foto: Pemprov Kutai Kartanagara

Nama baju adat Kalimantan Timur yang pertama yaitu baju miskat. Modelnya terlihat seperti baju zaman Tiongkok kuno dengan desain busana unik.

Busana laki-laki dan perempuan berupa baju lengan panjang yang dilengkapi oleh kancing. Kancing baju pria berada di sebelah kanan, sedangkan baju wanita miring ke kiri.

Pria menggunakan bawahan celana panjang, plus memakai kopiah sebagai penutup kepala. Sementara itu, wanita mengenakan bawahan rok kurung panjang.

Baju miskat ini dikenakan sebagai seragam wajib oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Provinsi Kalimantan Timur. Modelnya semi casual, sehingga cocok untuk berbagai perayaan.

Baca juga:

Mengenal Daftar Nama Suku Asli Kalimantan Timur

Baju Takwo

Foto gambar baju adat Kalimantan Timur: IDN Times

Baju takwo adalah pakaian adat Kalimantan Timur yang merupakan warisan dari Kesultanan Kutai. Dulunya, hanya boleh dipakai oleh kalangan bangsawan.

Namun seiring perkembangan zaman, masyarakat umum boleh memakainya pada momen tertentu. Ada tiga varian baju takwo, yaitu takwo biasa, takwo kustim dan takwo sebelah.

Busana takwo laki-laki disebut baju takwo laki, sedang takwo perempuan ialah baju takwo bini. Masing-masing memiliki ciri khas dengan detail sebagai berikut.

Baju Takwo Laki

  • Berbentuk jas tertutup berkerah tinggi dengan kain depan memanjang.
  • Garis baju di sebelah kanan dilengkapi oleh kancing emas.
  • Ada bordiran emas di bagian kerah.
  • Ada rantai berwarna emas yang menggantung di lubang kancing kedua serta kantong.
  • Bawahan berupa celana kain hitam.
  • Bagian luar celana (dari pinggang hingga lutut) dibalut oleh dodot yang berupa kain batik bermotif.
  • Kain bagian depan sebelah kanan dodot dilipat sebanyak tujuh lipatan.

Pria Kalimantan Timur umumnya mengenakan baju takwo lengkap bersama songkok khas suku Kutai berhias dua kancing emas di sisi kanan dan kiri. Alasannya mengenakan sepatu pantofel.

Baju Takwo Bini

  • Berbahan dasar kain brokat ataupun polosan.
  • Potongannya serupa dengan kebaya berkerah tinggi dengan dibuat tertutup.
  • Ada lidah pada bagian depan, serta dibubuhi kancing emas di sisi kanan dan kiri.
  • Bawahan kain batik bermotif dengan model seperti rok kebaya dengan bagian ujung kain sebelah kanan ditambah rumbai emas.
  • Aksesoris pelengkap baju takwo bini berupa kalung berwarna emas dan permata.
  • Pada bagian tengahnya terdapat bros.

Baca juga:

Mengenal 5 Jenis Rumah Adat Kalimantan Timur

Baju Pengantin Kustim

Foto baju adat Kalimantan Timur: iNews 

Baju pengantin kustim adalah salah satu jenis baju takwo yang diperuntukkan bagi pengantin. Dulu pakaian ini sering dikenakan oleh pasangan pengantin dari golongan menengah atas.

Baju adat kustim dari Kalimantan Timur memiliki makna dalam dan kaya nilai sejarah.  Nama “kustim” sendiri berasal dari kata “kustin” yang berarti “kebesaran.

Baju Kustim Laki-laki

  • Terbuat dari bahan beludru hitam dengan lengan panjang dan kerah tinggi.
  • Ujung lengan, kerah serta bagian dada berhias pasmen.
  • Paduan baju kustim adalah celana panjang dengan warna yang sama dengan warna baju.
  • Pada bagian luar celana terdapat dodot rambu, yaitu semacam kain panjang yang ujungnya diberi hiasan rumbai-rumbai keemasan.
  • Bagian belakang kain menjuntai sampai ke tumit, sedang depan sampai ke lutut.
  • Pengantin pria memakai kopiah bundar tinggi yang dinamakan setorong. Tingginya sekitar 15 sentimeter dengan bagian bawah lebih besar dari bagian atas. Selain itu, setorong dilengkapi oleh pasmen keemasan.
  • Bagian depan setorong dihias oleh lambang berwujud wapen sesuai tingkatan gelar.
  • Tersemat kalung bersusun pada bagian dada.
  • Alas kaki pengantin berupa selop kulit berwarna hitam.

Baju Kustim Perempuan

  • Bahan sama dengan baju kustim pria.
  • Modelnya mirip kebaya berkerah tinggi dan berlengan panjang.
  • Leher dan bagian depan baju memakai pasmen.
  • Pada bagian puncak belakang dikenakan kelibun berwarna kuning dengan bahan terbuat dari sutera.
  • Bawahan memakai tapeh berambui, yaitu kain panjang berumbai-rumbai benang emas yang diletakkan di bagian depan.
  • Aksesori kepala yakni sanggul atau gelung kutai. Lalu, ditusukkan oleh gerak gempa atau kembang goyang dari logam bersepuh emas.
  • Potongan kustim perempuan serba tertutup, karenanya cocok menjadi baju adat Kalimantan timur hijab.

Baju Pengantin Antakusuma

Foto: RRI

Seperti halnya kustim, baju antakusuma merupakan baju kebesaran Kutai Kartanagara. Dulunya, pakaian adat Kalimantan Timur ini hanya dikenakan oleh keturunan ningrat.

Namun, sekarang siapa pun bisa memakainya. Sesuai namanya kutai kuning, busana ini memiliki warna dasar kuning dengan aksesori keemasan.

Busana ini mendapat banyak pengaruh dari luar, seperti Tiongkok, Arab dan beberapa daerah yang ada di Indonesia seperti Bugis, Palembang dan Kutai.

Baju antakusuma terbuat dari bahan sutera bewarna kuning tanpa leher dan berlengan pendek. 

  • Pada pengantin perempuan terdapat hiasan yang disebut kelibun pada bahunya.
  • Bawahan mengenakan tapeh halang dari kain songket yang dipasang longgar menyerupai rok panjang yang dihias pula dengan tapeh pasak.
  • Bawahan laki-laki, yaitu celana (sekonceng). Ini dipasang saling tumpuk dengan selembar kain tenun berbahan sutera (tapeh halang), dan helai-helai kain yang dipasang berjuntaian mengelilingi pinggang (tapeh pasak).
  • Pada bagian pinggang kedua mempelai terdapat sabuk yang disebut selepe (pending emas).
  • Busana antakusuma yang dikenakan pengantin terlihat semakin megah dilengkapi dengan hiasan kepala, kalung, gelang, alas kaki dan detail-detail aksesori lainnya.

Sarung Samarinda

Foto: Info Kaltim

Sarung Samarinda atau tajong Samarinda merupakan kain tenun yang berasal dari Kalimantan Timur. Pakaian ini dibawa oleh suku Bugis dari Pulau Sulawesi yang mencari suaka ke Kutai.

Sarung Samarinda dibuat dengan alat tenun tradisional yang sepenuhnya dikerjakan oleh tangan. Ciri khasnya ada pada warna dan motifnya yang beragam.

Warna yang dominan adalah warna-warna tua dan kontras, seperti hitam, putih, merah, ungu, biru laut, dan hijau. Sementara itu, motifnya sekitar 30-an.

Dari beberapa motif yang ada, Sabbi dan Pucuk Rebung adalah motif yang dipergunakan oleh kaum perempuan. Untuk kelengkapannya ditambah dengan selendang dengan corak yang sama.

Sarung Samarinda biasanya dikenakan sebagai kelengkapan pakaian adat Kalimantan Timur, ataupun dibuat menjadi baju resmi dan modern.

Itulah lima jenis pakaian atat Kalimantan Timur. Semoga informasi dari Rumah123 bermanfaat!

Mengenal 5 Jenis Rumah Adat Kalimantan Timur

Bila menginjakan kaki di Ibu Kota Nusantara (IKN), kita akan melihat budaya yang berbeda dibandingkan daerah lain. Termasuk dari segi arsitektur rumah adat Kalimantan Timur.

Seperti diketahui, IKN berada di Kalimantan Timur yang penduduknya terdiri dari beberapa suku. Setiap suku mempunyai rumah adat dengan keunikan masing-masing.

Mari kita kenali lima dari sekian banyak rumah adat Kalimantan Timur melalui artikel IKN Rumah123. Ada rumah adat Lamin hingga Wehea, yuk simak!

Rumah Adat Lamin

Rumah Adat Lamin

Foto: Kompas.com

Rumah Lamin adalah rumah adat suku Dayak di Kalimantan Timur. Rumah ini dikenal sebagai rumah panjang karena ukurannya yang besar dan sambung-menyambung.

Dia mempunyai panjang 300 meter dan lebar 15 meter. Rumah Lamin biasanya dihuni oleh beberapa keluarga besar yang hidup bersama dalam satu atap.

Struktur rumah ini terbuat dari kayu ulin, yang dikenal sangat kuat dan tahan lama, sedangkan bagian atapnya menggunakan pelana dari sirap jadi terhindar dari lembap.

Sirkulasi udara dalam rumah pun lancar dan tidak pengap. Tak hanya itu, dinding dan lantai rumah adat Kalimantan Timur ini juga berpori untuk menjaga kelembapan.

Baca juga:

Mengenal Daftar Nama Suku Asli Kalimantan Timur

Rumah Adat Paser

Rumah Adat Paser

Foto: Antara News

Rumah adat Paser adalah rumah adat suku Paser yang terletak di bagian selatan Kalimantan Timur. Rumah ini berbentuk panggung dengan tiang-tiang penyangga yang tinggi.

Tujuan rumah dibuat tinggi untuk melindungi dari banjir dan binatang buas. Adapun bentuk dasar rumah adat Paser adalah persegi panjang dengan kemiringan atap sekitar 45 derajat.

Atapnya terbuat dari daun nipah atau ijuk, sehingga memberikan kesan alami dan sejuk. Lalu lantainya terbuat dari rangkaian bambu atau pohon niung yang dirangkai dengan rotan.

Sedangkan bagian dindingnya dibuat dari bahan kayu yang kuat. Ukuran bangunan yang relatif luas membuat rumah adat Paser bisa dihuni oleh dua hingga tiga kepala keluarga.

Rumah Adat Betang

rumah adat kalimantan timur

Foto: Ruparupa

Rumah Betang adalah rumah adat yang juga ditemukan di Kalimantan Timur, meskipun lebih umum di Kalimantan Tengah dan Barat. Rumah ini juga mempunyai bentuk panjang.

Rumah adat Kalimantan Timur ini menghadiran filosofi kebersamaan dan gotong royong yang kuat. Selain itu, ia mencerminkan kehidupan masyarakat Dayak yang harmonis

Panjang rumah Betang bisa mencapai 30 meter hingga 150 meter dengan lebar mencapai 10 meter sampai 30 meter. Penghuni biasanya berjumlah 100 hingga 150 jiwa.

Betang dapat dikatakan sebagai rumah suku, karena bukan hanya dihuni oleh satu keluarga besar. Selain itu, satu rumah dipimpin pula oleh seorang kepala suku.

Rumah Adat Bulungan

Rumah Adat Bulungan

Foto: Wikipedia

Rumah adat Bulungan adalah rumah adat suku Bulungan yang terletak di bagian utara Kalimantan Timur. Rumah ini memiliki arsitektur yang khas dengan ukiran-ukiran indah.

Bentuk rumah adat Kalimantan Timur ini menyerupai panggung. Secara umum rumah adat Bulungan mempunyai tiang peyangga megah menopang atap yang berbentuk tiga limas.

Kemewahan dalam rumah khas kesultanan Bulungan ini menonjol karena di era kolonial dulu rumah adat Bulungan sering menjadi tempat pertemuan kesultanan. 

Sedangkan sekarang biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan adat dan upacara suku Bulungan.

Rumah Adat Wehea

Rumah Adat Wehea

Foto: architecture.verdant.id

Rumah adat Wehea adalah rumah adat yang digunakan oleh suku Wehea di Kalimantan Timur. Rumah ini memiliki desain yang unik dengan atap tinggi dan curam.

Bentuknya berjenis panggung, dan terhubung dengan jembatan untuk memudahkan akses antarrumah. Selain itu, ini adalah simbol kebersamaan dan gotong royong suku Wehea.

Rumah adat Wehea umumnya menggunakan rotan dan pasak kayu sebagai perekat antarmaterialnya. Menggantikan paku dan sekrup yang digunakan pada bangunan modern.

Rumah ini biasanya digunakan sebagai tempat tinggal dan pusat kegiatan sosial masyarakat. Tempat berkumpulnya anggota suku untuk berbagai acara kebudayaan.

Ciri Khas Rumah Adat Kalimantan Timur

  • Kebanyakan rumah adat menggunakan kayu ulin yang sangat kuat dan tahan lama.
  • Bangunan dibangun di atas tiang tinggi untuk melindungi dari banjir dan binatang buas.
  • Banyak rumah adat dihiasi dengan ukiran-ukiran indah yang memiliki makna filosofis.
  • Rumah adat ini biasanya dihuni oleh beberapa keluarga besar, dan digunakan untuk berbagai kegiatan sosial dan adat.

Rumah adat Kalimantan Timur mempunyai potensi besar sebagai daya tarik wisata karena punya unsur sejarah, seni, dan budaya yang amat kuat.

Saat berkunjung ke IKN, jangan lewatkan untuk melihat sederet rumah adat ini, ya!

Mengenal Daftar Nama Suku Asli Kalimantan Timur

Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang ada di ujung timur Pulau Kalimantan. Luas wilayah provinsi ini mencapai 127.346,92 kilometer persegi.

Populasi penduduknya sebesar 3,793 juta jiwa pada 2020. Jumlah tersebut terbagi lagi menjadi suku-suku bangsa yang tersebar di 7 kabupaten dan 3 kota.

Salah satu suku yang sering terdengar namanya adalah suku Dayak. Selain itu, tentu masih banyak suku lainnya, berikut delapan di antaranya.

Suku Dayak

Suku Dayak adalah salah satu suku terbesar dan paling dikenal di Kalimantan Timur. Suku ini terdiri dari berbagai sub-suku, seperti;

  • Dayak Kenyah;
  • Dayak Kayan;
  • Dayak Bahau; dan Dayak Tunjung.

Mereka umumnya tinggal di pedalaman dan hutan-hutan Kalimantan. Kehidupan mereka sangat bergantung pada alam.

Suku Kutai

Suku Kutai atau dikenal juga sebagai urang Kutai merupakan salah satu suku asli yang mendiami wilayah pesisir Kalimantan Timur.

Suku ini memiliki sejarah panjang dan kaya, termasuk berdirinya Kerajaan Kutai Martadipura dan Kerajaan Kutai Kartanegara.

Salah satu suku di Kalimantan Timur ini dikenal dengan budaya dan tradisi yang kuat, serta upacara adat yang masih dilestarikan hingga sekarang.

Suku Paser

Foto: Wikipedia

Suku Paser adalah suku asli yang mendiami kawasan Kabupaten Paser. Mereka tinggal di sepanjang aliran sungai dan daerah perbukitan.

Ada lima kelompok utama suku Paser, yaitu Paser Telake, Paser Adang, Paser Kendilo, Paser Labuan dan Paser Tanjung Aru.

Suku Paser memiliki budaya dan tradisi yang kaya, termasuk tarian, musik, dan upacara adat yang masih dilestarikan. Salah satu tradisi yang terkenal, yaitu Tari Ronggeng Paser.

Suku Wehea

Suku Wehea adalah suku yang mendiami wilayah Muara Wahau di Kabupaten Kutai Timur. Mereka dikenal dengan rumah adat Wehea yang memiliki desain unik.

Rumah tersebut berbentuk panggung dan terhubung dengan jembatan, mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam dan adaptasi terhadap lingkungan sekitar.

Upacara adat dan ritual keagamaan juga menjadi bagian penting dari kehidupan suku Wehea. Mereka memiliki berbagai upacara yang berkaitan dengan siklus kehidupan.

Suku Berau

Suku Berau mendiami wilayah Kabupaten Berau. Suku ini memiliki budaya dan tradisi yang unik, termasuk tarian dan musik tradisional yang khas.

Mata pencaharian utama suku Berau adalah bertani dan nelayan. Mereka juga mengembangkan usaha tenun dan kerajinan tangan sebagai salah satu sumber pendapatannya.

Bahasa Berau adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat suku Berau. Bahasa ini memiliki dialek khas yang membedakannya dari bahasa-bahasa lain di Kalimantan Timur.

Suku Tidung

Suku Tidung adalah salah satu suku asli yang memiliki peran penting dalam sejarah dan budaya Kalimantan Timur. Mayoritas suku Tidung menganut agama Islam.

Orang-orang Tidung mencerminkan kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia. Kehidupan mereka bergantung pada hutan dan sungai, serta budaya dan tradisi yang kaya.

Suku Tidung mendiami wilayah Tarakan, Tana Tidung, Malinau, Nunukan, dan Bulungan. Mereka masih melestarikan budaya, bahasa dan adat istiadatnya.

Suku Penihing

Suku Penihing adalah bagian dari kelompok Suku Dayak Bahau. Mereka bermukim di kawasan Kabupaten Kutai dengan kehidupan yang sangat bergantung pada hutan dan sungai.

Hutan tropis yang lebat di sekitar tempat tinggal mereka menyediakan kayu, rotan, dan berbagai tanaman obat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Suku Penihing dikenal dengan kemampuan mereka dalam berburu dan meramu, serta keterampilan dalam membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan alami.

Suku Tukung

Suku Tukung adalah salah satu suku Dayak yang bermukim di dataran tinggi Apo Kayan. Sebuah wilayah yang terletak di perbatasan Kalimantan Timur dan Sarawak.

Mereka awalnya tinggal di dalam hutan tropis yang lebat, tetapi kini sudah mulai menyebar ke daerah lain. Penyebaran ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Ada faktor ekonomi dan sosial, lalu kebutuhan untuk mencari lahan baru yang lebih subur dan aman dari ancaman alam. Meskipun begitu, suku ini tetap mempertahankan tradisinya.

Setiap suku di Kalimantan Timur memiliki keunikan dan kekayaan budaya yang berbeda-beda. Mereka memiliki bahasa, adat istiadat, tarian, musik, dan upacara adat yang khas.

Keberagaman tersebut menjadikan Kalimantan Timur sebagai salah satu provinsi dengan warisan budaya yang sangat kaya.

Paket Wisata IKN (4 Hari 3 Malam), Ini Tempat-Tempat yang Bisa Dikunjungi!

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai membuat rancangan paket wisata bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Paket wisata ini tidak hanya mencakup wilayah Nusantara saja, tetapi juga destinasi wisata di beberapa kota seperti Samarinda, Balikpapan, dan Penajam Paser Utara.

 

Jenis aktivitasnya pun cukup beragam, masyarakat diajak mengunjungi objek wisata alam, budaya, hingga kuliner yang ada di sekitar IKN.

 

Melansir Tempo.co, pembuatan paket wisata ini melibatkan agen wisata lokal dari Kalimantan Timur.

 

Bahkan, sebelum perayaan HUT RI ke-79 kemarin, wacana pembuatan paket wisata IKN kian serius untuk digaungkan.

 

Paket Wisata IKN (4 Hari 3 Malam)

 

titik nol nusantara

Foto: Humas Setkab/Rahmat

 

Nantinya, aktivitas dalam paket wisata IKN akan dikemas dalam 4 hari.

 

Tujuan pembuatan paket wisata ini adalah memperkenalkan berbagai budaya, adat istiadat, dan tempat-tempat wisata menarik di Kalimantan Timur.

 

Lantas, apa saja tempat-tempat wisata yang akan disambangi oleh para wisatawan? Berikut uraiannya.

 

Hari Pertama

 

Pada hari pertama, wisatawan akan dibawa mengunjungi Desa Budaya Pampang untuk melihat kebudayaan asli khas suku Dayak.

 

Setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan dengan makan siang di sebuah restoran di Kota Samarinda.

 

Lalu, wisatawan akan dibawa ke Dermaga Wisata untuk menikmati wisata susur Sungai Mahakam.

 

Hari Kedua

 

Pada hari kedua, pengunjung akan dibawa berwisata ke daerah Tenggarong.

 

Di kota ini, ada beberapa objek wisata yang dapat didatangi oleh wisatawan, salah satunya Museum Tenggarong.

 

Hari Ketiga

 

Pada hari ketiga, wisatawan akan melakukan perjalanan utama ke kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara untuk melihat Titik Nol Nusantara.

 

Titik Nol Nusantara merupakan monumen yang terkenal sejak pembangunan IKN dimulai.

 

Hari Keempat

 

Pada hari terakhir, pengunjung diajak berbelanja di kawasan Balikpapan untuk membeli buah tangan dan aneka barang lainnya.

 

Tidak hanya berbelanja, para wisatawan bisa menikmati panorama indah dari pantai yang terdapat di wilayah Balikpapan.

 

Nah, itulah rancangan paket wisata IKN yang bakal diluncurkan oleh Pemprov Kalimantan Timur.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Dipakai Jokowi saat HUT RI ke-79 di IKN, Inilah Filosofi dan Desain Baju Adat Kustin!

Presiden Joko Widodo mengenakan baju adat Kustin saat memimpin Upacara Peringatan HUT RI ke-79 di Istana Negara IKN, pada Sabtu, 17 Agustus 2024.

 

Terlihat, Jokowi mengenakan baju dengan atasan berwarna hitam yang terbuat dari beludru.

 

Pakaian tersebut juga dibalut oleh ukiran berwarna emas sehingga memiliki kesan mewah.

 

Baju ini juga dikombinasikan dengan bawahan celana panjang hitam dan kain dodot bermotif batik.

 

Busana tersebut kemudian dilengkapi ornamen kepala berwarna hitam beludru dengan ukiran emas berdetail bulu-bulu yang mewarnai bagian atasnya.

 

Selain Jokowi, pakaian tersebut juga dikenakan oleh Ibu Negara Iriana Jokowi.

 

Dia mengenakan kebaya beludru berwarna hitam dengan ukuran emas dan hiasan kepala.

 

Selain terlihat elegan, ternyata baju adat Kustin dari Kalimantan Timur ini juga memiliki filosofi yang mendalam.

 

Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

 

Filosofi Baju Adat Kustin

 

filosofi baju adat kustin kalimantan timur

 

Kustin merupakan pakaian adat kebanggan suku Kutai peninggalan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

 

Secara harfiah, kata kustin berasal dari bahasa Kutai yang berarti kebesaran.

 

Sesuai namanya, baju ini memang kerap digunakan oleh kalangan atas dari Kerajaan Kutai Kartanegara.

 

Baju adat ini biasa dikenakan oleh Sultan dan para keturunannya saat menghadiri Upacara Erau dan upacara penting kerajaan.

 

Sementara, saat ini Kustin kerap digunakan oleh kalangan menengah atas suku Kutai ketika menghadiri acara resmi seperti pernikahan.

 

Detail Baju Adat Kustin Laki-laki dan Perempuan

 

baju adat kustin laki laki dan perempuan

 

Seperti yang terlihat, baju adat Kustin terbuat dari bahan beludru hitam dengan desain lengan panjang dan kerah tinggi.

 

Baju tersebut juga dihiasi oleh ukiran emas pada beberapa bagiannya.

 

Baju Kustin laki-laki dipadukan dengan celana panjang yang dibalut kain dodot berhias rumbai warna keemasan.

 

Kain tersebut dibuat menjuntai hingga tumit pada bagian belakang, sementara bagian depannya hanya menutupi hingga lutut saja.

 

Untuk alas kaki menggunakan selop kulit berwarna hitam.

 

Perhiasannya terdiri dari kalung bersusun disematkan pada area baju bagian dada.

 

Adapun Kustin perempuan adalah kelibun kuning yang terbuat dari kain sutra, ditambah riasan rambut seperti sanggul adat Jawa.

 

Pada bagian baju, bahannya terbuat dari kain belederu hitam dengan benang emas untuk pasmen yang dipergunakan sebagai perhiasan.

 

Pasmen tersebut disulam pada pinggiran jelepah di bagian depan bajunya.

 

Bagian kain menggunakan tapeh berambui, yakni kain panjang berhias benang emas.

 

Tapeh berambui ini diletakkan pada bagian depan kain.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.