IKN untuk Siapa? Untuk Kebaikan Masyarakat atau Hanya Elite Saja?

Apa urgensi dari pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara) menjadi salah satu hal yang banyak dipertanyakan publik.

Tak jarang ada yang bertanya, sebenarnya IKN untuk siapa?

Pasalnya, keputusan untuk memindahkan ibu kota merupakan hal yang besar. 

Dibutuhkan dana tak sedikit, pekerjaan panjang, dan banyak pihak terlibat untuk memindahkan ibu kota sebuah negara.

Artikel ini mencoba menjawab pertanyaan mengenai IKN untuk siapa? Untuk segelintir orang saja? Atau untuk kebaikan rakyat Indonesia?

Untuk Kebaikan Masyarakat Jakarta dan Pulau Jawa

Urgensi pertama pemindahan ibu kota ke IKN adalah untuk kebaikan masyarakat Pulau Jawa, khususnya Jakarta.

Pasalnya, Jakarta sudah dianggap memiliki beban berat dengan berstatus sebagai ibu kota.

Hal tersebut sempat disampaikan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Awalnya, Jokowi menyebut ada sekitar 56 persen penduduk Indonesia yang terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Padahal, sejatinya Indonesia memiliki 17 ribu pulau, dan enam di antaranya merupakan pulau besar, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Timor, Papua, dan Jawa.

“Bayangkan kalau diteruskan Jakarta sekarang ini. Jangan cuma Jakarta yang cuma punya 10 juta penduduk tapi Jabodetabek. Sudah berapa juta? Mungkin sekarang sudah hampir 30 juta. Artinya bebannya sangat berat sekali,” ujar Presiden Jokowi di IKN, Kamis (21/9/2023), dikutip dari Detik.com.

Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan, kepadatan itu pada akhirnya memicu berbagai masalah, seperti banjir, kemacetan, dan polusi udara.

“Sehingga yang terjadi adalah persoalan-persoalan yang terus bermunculan dan sangat sulit diselesaikan,” kata Jokowi.

Demi Kebaikan Seluruh Masyarakat Indonesia

Desain Istana Wapres IKN

Foto: shau.nl dan futurarc.com

Jawaban selanjutnya dari IKN untuk siapa adalah untuk kebaikan seluruh masyarakat Indonesia. 

Selama ini, sudah menjadi fakta diketahui bersama bahwa sebagian besar pembangunan Indonesia hanya dinikmati oleh Pulau Jawa saja atau Jawa sentris.

Namun, setelah adanya IKN, diharapkan bisa menjadi wujud transformasi pembangunan Indonesia.

Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin mengatakan pembangunan ibu kota baru di Penajam Paser Utara diharapkan dapat menumbuhkan pusat ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

“Sehingga karakter pembangunan nasional yang selama ini terkesan Jawa sentris atau Jakarta sentris, dapat segera diubah, menjadi Indonesia sentris,” tulisnya dalam kolom di Kompas.com.

Sementara itu, Sekjen DPP Asosiasi Dosen Indonesia, Mohammad Nur Rianto Al Arif mengatakan, pemerataan pembangunan karena IKN, salah satunya akan dipicu oleh pembangunan infrastruktur.

Nantinya, di IKN akan bermunculan jalan, jembatan, bandara, dan fasilitas publik lainnya. 

Tidak hanya untuk mobilitas, infrastruktur yang baik di IKN akan memacu pertumbuhan ekonomi.

“Peningkatan aksesibilitas akan mendorong investasi di sektor-sektor terkait, menciptakan lapangan kerja baru, dan merangsang kegiatan ekonomi lokal,” tulis Mohammad Nur Rianto Al Arif dalam kolom di Detik.com.

Untuk Kebaikan Citra Indonesia di Mata Dunia

Terakhir, jawaban IKN untuk siapa adalah untuk kebaikan citra Indonesia di mata dunia, dan ujung-ujungnya akan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin, IKN bisa menjadi semacam contoh kemajuan dan transformasi Indonesia di berbagai lini.

Apalagi, IKN akan berkonsep sebagai kota hijau sekaligus kota pintar.

“Kita membayangkan, bahwa nantinya IKN di Kalimantan Timur akan menjelma sebagai kota baru yang smart dan kompetitif di tingkat global. Sebuah kota yang mampu menjadi lokomotif baru untuk transformasi Indonesia menuju negara yang inovatif, dan berbasis pada teknologi dan green economy,” tulis Mahyudin.

Jika visi IKN dijalankan secara ideal, kotanya akan terkenal, setara atau bahkan lebih daripada Bali di mata dunia.

Jadi, bukan tidak mungkin nantinya, begitu masyarakat Indonesia ada yang ke luar negeri, akan banyak yang kenal Indonesia karena keberadaan IKN.

Referensi

  • Artikel Detik Finance berjudul “Jokowi Beberkan Alasan Pindah Ibu Kota: Beban Jakarta Terlalu Berat”. (https://finance.detik.com/infrastruktur/d-6943571/jokowi-beberkan-alasan-pindah-ibu-kota-beban-jakarta-terlalu-berat). Diakses pada 25 Juli 2024.
  • Kolom Kompas.com dengan judul “IKN Nusantara untuk Siapa?” (https://nasional.kompas.com/read/2022/02/19/07300031/ikn-nusantara-untuk-siapa-?page=all). Diakses pada 25 Juli 2024.
  • Kolom detiknews berjudul “Bagaimana Pembangunan IKN Dapat Mendorong Pemerataan?”. (https://news.detik.com/kolom/d-7099558/bagaimana-pembangunan-ikn-dapat-mendorong-pemerataan). Diakses pada 25 Juli 2024.

Pengibar Bendera di IKN Berjumlah 76 Orang. Akan Dibagi 3 Kelompok!

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memaparkan bahwa terdapat 76 orang yang akan menjadi pengibar bendera di IKN. Adapun mereka akan bertugas di peringatan detik-detik Proklamasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 17 Agustus 2024.

 

Mengutip dari keterangan tertulis BPIP, 76 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tersebut terdiri atas siswa-siswi yang berasal dari 38 provinsi se-Indonesia.

 

Rencananya, mereka akan dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Agustus 2024 sebelum melaksanakan tugas mereka pada upacara 5 hari setelahnya.

 

Di sisi lain, terdapat 4 orang purna Paskibraka 2023 yang akan bertugas untuk kirab duplikat bendera pusaka merah putih dari Jakarta ke IKN.

 

Formasi Upacara Bendera di IKN

 

Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sekaligus Pengarah Program Paskibraka Tingkat Pusat, Rima Agristina, menjelaskan siapa pembawa baki, pembentang dan pengibar bendera pada upacara perayaan HUT ke-79 RI di IKN.

 

Menurutnya, informasi ini akan diumumkan saat H-1 hingga tiga jam sebelum upacara dimulai pada hari kemerdekaan 17 Agustus 2024.

 

Meski begitu, seluruh Paskibraka mendapat pelatihan yang serupa termasuk formasi pengibaran bendera. Formasi Paskibraka setiap tahunnya tidak pernah berubah.

 

Hal ini telah diatur sejak era Presiden Soeharto tepatnya pada tahun 1967 oleh Husein Mutahar yang kini memiliki predikat Bapak Paskibraka Indonesia.

 

Dengan ide perayaan kemerdekaan pada 17 Agustus 1946 di Yogyakarta, ia akhirnya mengembangkan formasi petugas pengibaran menjadi 3 kelompok.

 

Tantangan Upacara Bendera di IKN

 

pengibaran bendera di ikn

 

Kemudian, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menjelaskan pertama kali upacara peringatan HUT ke-79 RI di IKN memiliki tantangannya sendiri, terutama dalam hal cuaca dan air.

 

“Jadi salah satu problem Balikpapan itu kesulitan air, apalagi di daerah dia konturnya di pegunungan dan itu tanah baru dibuka. Jadi salah satu tantangannya itu panas dan air,” katanya kepada wartawan dalam acara Pembukaan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2024, Sabtu (13/7/2024) di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Depok.

 

Ia juga menanggapi berbagai isu yang beredar terkait kesiapan IKN sebagai tempat upacara dari sisi sarana dan prasarana. Menurutnya, hal ini juga menjadi tantangan BPIP meskipun kini sudah diantisipasi.

 

“Tapi soal kesiapan ya ada di Istana itu bagian dari tantangan yang sudah kami antisipasi,” tambahnya.

 

Pelaksanaan Upacara Peringatan Kemerdekaan RI 2024

 

Perlu diketahui pula, upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini akan digelar di dua tempat, yaitu Istana Garuda IKN dan Istana Merdeka Merdeka Jakarta.

 

Adapun Presiden Jokowi akan memimpin jalannya upacara di IKN.

 

Sementara Wakil Presiden Ma’ruf Amin akan memimpin upacara di Jakarta.

 

Kabarnya, upacara di IKN akan digelar dengan peserta yang terbatas karena mempertimbangkan kapasitas infrastruktur.

 

Lalu, peserta yang dapat mengikuti upacara di IKN hanyalah orang-orang yang diundang secara khusus oleh pemerintah.

 

***

Itulah penjelasan terkini mengenai persiapan HUT RI di IKN.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

 

***sumber header: news.detik.com

Kapan Presiden Pindah ke IKN? Ini Jawaban Jokowi

IKN (Ibu Kota Nusantara) akan menjadi tempat berkantornya Presiden Republik Indonesia di masa mendatang.

Hingga tulisan ini dibuat, progress pembangunan IKN di Kalimantan Timur masih belum rampung.

Termasuk pembangunan kantor presiden, baru selesai pada pemasangan bilah selubung garuda.

Meski begitu, tak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya kapan presiden pindah ke IKN?

Untuk mengetahui jawaban tersebut, kamu bisa membaca penjelasan di bawah ini, baik dari Presiden Jokowi maupun pejabat terkait.

Kapan Jokowi Pindah ke IKN?

Presiden Jokowi tinjau IKN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menjawab mengenai kemungkinan dia akan berkantor di IKN dalam waktu dekat.

Menurut presiden, begitu lampu hijau, dirinya akan siap pindah kantor.

“Begitu ada lampu hijau, siap saya akan berkantor ke IKN,” ujarnya, dikutip dari video di kanal YouTube Kompas TV.

Kendati demikian, ia tak menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud dengan “lampu hijau” tersebut.

Lebih lanjut, Jokowi juga sempat menjelaskan, air bersih, listrik, dan berbagai sarana dan prasarana dasar di IKN belum siap.

“Airnya sudah siap, belum? Listriknya sudah siap belum? Tempatnya sudah siap belum? Kalau siap, pindah. Sudah (terima laporan) dari PUPR, tapi belum (siap),” kata Jokowi. 

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi mengatakan, Jokowi akan berkantor selama sekitar 1-2 hari di akhir Juli.

Nantinya, Presiden Jokowi akan mempersiapkan upacara kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

“Mulai tanggal 25 kebutuhan untuk persiapan presiden. Mungkin beliau 1-2 hari jelang tanggal 28 Juli. Dan kami konsentrasi di sana, mempersiapkan dalam rangka 17 Agustus,” ujar Heru Budi, dikutip dari tayangan video di kanal SINDONews.

Tunggu Keppres

Jokowi tinjau Tol IKN

Kepastian kapan presiden pindah ke IKN tampaknya baru akan jelas setelah adanya Keputusan Presiden (Keppres).

Hal itu tertuang dalam Pasal 39 UU 21/2023.

Pasal 39 ayat (1) menyebutkan, “Kedudukan, fungsi, dan peran Ibu Kota Negara tetap berada di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sampai dengan tanggal ditetapkannya pemindahan Ibu Kota Negara dari Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta ke Ibu Kota Nusantara dengan Keputusan Presiden”.

Sebagai informasi, UU No.21 Tahun 2023 adalah perubahan atas UU No.3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN).

Jadi, sebelum Keppres itu terbit, Jakarta masih berstatus sebagai ibu kota negara yang bersifat khusus.

Dengan begitu, tempat berkantornya presiden masih berada di Jakarta.

Sementara itu, Kepala Staf Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan, dia sudah mengirimkan memo kepada Mensesneg Pratikno agar Keppres itu bisa lebih cepat diterbitkan.

“Mengusulkan, membuat memo kepada Pak Mensesneg supaya ada pengertiannya, nanti presiden dan wakil presiden akan dilantik di IKN. Percepat Keppres IKN,” ujar Moeldoko, dikutip dari SINDONews.

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Jokowi mengatakan, mengenai penerbitan Keppres, harus melihat situasi di lapangan terlebih dahulu.

Keppres itu, katanya, bisa jadi terbit setelah Oktober 2024, atau sebelumnya.

“Keppres-nya bisa sebelum, bisa setelah Oktober. Kita melihat situasi lapangan. Kita tidak ingin memaksakan sesuatu yang belum. Semuanya dilihat. Progres lapangannya dilihat,” ujar Presiden Jokowi dikutip dari Kompas TV.

Jadi, itu dia jawaban mengenai kapan presiden pindah ke IKN.

Ada kemungkinan, presiden dan wakil presiden berikutnyalah yang akan benar-benar berkantor di IKN, bukan Presiden Jokowi.

Bagaimana menurutmu? Apakah presiden pindah ke IKN dalam waktu dekat?

Mengenal Apa Itu Hutan Produksi IKN, Aman untuk Pembangunan?

Lokasi pembangunan IKN menjadi salah satu aspek yang disorot.

Banyak yang mengira, Ibu Kota Nusantara (IKN) dibangun di hutan alam sehingga isu mengenai perusakan alam merebak.

Namun nyatanya, IKN dibangun di hutan produksi. Lantas, apa itu sebenarnya hutan produksi IKN?

Artikel ini memaparkan penjelasan mengenai hutan produksi IKN, mulai dari penjelasan hingga alasan mengapa lokasinya aman untuk pembangunan.

Apa Itu Hutan Produksi IKN?

miniatur hutan hujan tropis ikn

Menurut Dhina Mustikaningrum melalui bukunya yang berjudul “Serapan Karbon Hutan Produksi”, hutan produksi adalah area yang sudah ditetapkan menjadi hutan untuk menghasilkan berbagai macam produk dari potensi hutan tersebut.

Jadi, hutan itu memang telah direncanakan untuk dieksploitasi agar menghasilkan produk untuk kebutuhan industri, negara, dan kebutuhan masyarakat akan pemenuhan bahan baku hutan.

Adapun produk yang biasanya dihasilkan hutan produksi adalah kayu dan berbagai hasil nonkayu.

Dengan luasnya yang besar, hutan produksi dapat dikelola oleh perusahaan swasta, pemerintah daerah setempat, atau organsiasi seperti Perum Perhutani.

Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa ciri dari hutan produksi.

Ciri-ciri Hutan Produksi

  • Pengelola dan pemiliknya bisa pemerintah daerah atau perusahaan swasta.
  • Dapat dimanfaatkan secara konsumtif.
  • Hutannya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • Dipantau secara ketat, baik dari sisi pemanfaatan maupun penggunaannya.
  • Hanya terdapat satu jenis pohon atau tanaman (homogen).

Mengapa Hutan Produksi Dianggap Aman untuk Lokasi Pembangunan?

pembangunan kota pintar berorientasi hutan

Ada beberapa alasan mengapa hutan produksi dianggap aman untuk lokasi pembangunan.

Dari awal, hutan tersebut memang direncanakan untuk kebutuhan produksi, seperti menghasilkan kayu, getah, dan hasil hutan nonkayu.

Jadi, pemanfaatan lahan untuk tujuan ekonomi sudah menjadi bagian dari rencana awal pengelolaan hutan produksi.

Kemudian, dampak lingkungan dari hutan produksi juga masih terkendali jika pohon atau tanamannya ditebang untuk keperluan pembangunan.

Hal tersebut berbeda dari hutan konservasi yang bertujuan utama untuk melindungi biodiversitas.

Kendati demikian, memang penting untuk melakukan studi kelayakan dan analisis dampak lingkungan mendalam sebelum memulai pembangunan.

Hal itu dilakukan untuk memastikan kegiatan pembangunan di hutan produksi tidak merusak ekosistem yang ada, dan tetap sejalan dengan prinsip pengelolaan hutan berkelanjutan.

Profil Hutan Produksi IKN

perubahan hutan di ikn 2024

Presiden Jokowi pernah menjelaskan kawasan hutan yang dijadikan lokasi pembangunan IKN adalah hutan produksi dengan jenis pohon eukaliptus, dan ditebang setiap 6-7 tahun.

Sebagai informasi, Eucalyptus adalah pohon yang daun dan minyaknya sejak lama dimanfaatkan untuk berbagai tujuan.

Jadi, penggunaan lahan hutan produksi untuk IKN tidak akan merusak alam.

Justru, pemerintah akan mengembalikan hutannya jadi heterogen dengan pohon asli dan endemik dari Kalimantan.

“Sehingga kita harapkan nanti hutan hujan tropis lagi di Kalimantan,” ujar Jokowi, dikutip dari akun resmi ikn.go.id.

Jadi, itu dia penjelasan mengenai hutan produksi IKN. Semoga bermanfaat!

5 Daftar Sungai di IKN yang Melintasi Kutai Kartanegara

Seperti diketahui, Kalimantan mendapatkan julukan sebagai “Pulau Seribu Sungai”. Ada banyak sungai yang melintas di Pulau Borneo ini, termasuk di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).

Lantas, apa saja sungai di Kalimantan Timur? Jawabannya terdapat tiga sungai besar di sini, yaitu Sungai Berau, Sungai Dondang, dan Sungai Mahakam.

Anak-anak sungai tersebut melintasi sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Kutai Kartanegara yang akan segera menjadi ibu kota baru bagi Indonesia.

Ada 13 sungai di wilayah IKN itu, kita akan mengupas lima aliran air terpanjang yaitu Sungai Kelinjau, Sungai Kedang Kepala, Sungai Belayan, Sungai Jembayan dan Sungai Kedang Pahu.

Daftar Sungai di IKN

sungai di ikn

Sumber: Tempo

Sungai Kelinjau

Sungai Kelinjau sendiri lebih banyak melintasi Kabupaten Kutai Timur. Namun seperti diketahui, wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara di selatan dan barat.

Aliran Sungai Kelinjau membentang dari Kecamatan Muara Anclong. Kemudian menuju hulu, membelah Kecamatan Kutai Timur dan Kecamatan Busang.

Desa-desa yang dilaluinya antara lain Desa Long Bentuk, Desa Long Lees, Desa Long Nyelong, Desa Long Pejeng, Desa Mekar Baru, dan Desa Rantau Sentosa.

Konon katanya, desa-desa di sekitar aliran Sungai Kelinjau eksotis. Masyarakat pun masih menjaga adat kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang.

Sungai Kelinjau sendiri bermuara di Sungai Waham. Aliran air yang melalui Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara ini memiliki arus rendah menengah.

Sungai Kedang Kepala

Sebagian besar Sungai Kedang Kepala berada di Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur. Namun, masih melalui Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, Sungai Kedang Kepala terkenal angker. Bahkan nama sungai ini diambil dari kisah yang agak seram.

Konon katanya, pada zaman penjajahan Belanda, Sungai Kedang Kepala sering menjadi wadah untuk kepala manusia yang ditumbalkan. Oleh karena itu disebut “Kedang Kepala”.

Sungai Belayan

Sungai Belayan adalah anak Sungai Mahakam yang melintasi tiga kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, yaitu Kecamatan Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang.

Arus air di Sungai Belayan cukup deras. Airnya bermuara ke sungai Mahakam di dekat Desa Muhuran, Kotabangun, dan Bukit Tinjawang.

Diketahui Sungai Belayan menjadi jalur lalu lintas, sumber air untuk kehidupan sehari-hari, sekaligus mata pencaharian bagi sebagian warga. Banyak yang mencari ikan dan emas di sini.

Hulu Sungai Belayan melintasi Desa Ritan Baru, Kecamatan Tabang (tempat kediaman suku Dayak Kenyah) yang dapat dicapai sekitar 1 atau 2 hari dengan perahu atau ferry dari Samarinda.

Sungai Belayan merupakan habitat pesut mahakam (Orcaella brevirostris), suatu hewan sungai yang keberadaanya semakin terancam. Selain itu, di sini ada burung kuntul atau bangau putih.

Sungai Jembayan

Sungai Jembayan merupakan sungai di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan panjang sekitar 180 kilometer. Aliran air ini terletak di wilayah perbatasan.

Tepatnya di Perbukitan Gunung Patinjau yang berada di antara Desa Jonggon Desa, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara & Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Lebar sungai ini berkisar 20 sampai 80 meter dengan kedalaman 2 hingga 6 meter. Beberapa anak Sungai Jembayan di antaranya sebagai berikut.

  • Sungai Beroak
  • Sungai Asam
  • Sungai Kedak
  • Sungai Jembayan Kanan
  • Sungai Gitan

Sungai Kedang Pahu

Sungai Kedang Pahu merupakan anak Sungai Mahakam, Kalimantan Timur yang turut melintasi Kabupaten Kutai Kartanegara. Panjang sungai ini sekitar 150 kilometer.

Sebagian besar aliran sungai melalui wilayah Kabupaten Kutai Barat. Melintasi Kecamatan Damai, Kecamatan Muara Lawa hingga Kecamatan Muara Pahu.

Dalam ketinggian air normal, Sungai Kedang Pahu hanya bisa dilayari hingga Kampung Damai Kota di Kecamatan Damai. Selebihnya, masyarakat bisa menggunakan jembatan.

Jalan penghubung tersebut berada di Kampung Lambing. Ini adalah salah satu rute Jalan Trans Kalimantan di wilayah tengah. Adapun anak-anak sungai Sungai Kedang Pahu.

  • Sungai Beloan
  • Sungai Jelau
  • sungai Lawa
  • Sungai Idatn
  • Sungai Nyuwatan
  • Sungai Nyahing
  • Sungai Perak

Itulah lima sungai di IKN yang perlu diketahui. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Anda tentang ibu kota baru Indonesia.

Mengenal Cuaca IKN yang Disebut BMKG Punya Pola Hujan Ekuatorial

Cuaca IKN menjadi salah satu faktor yang menentukan proses pembangun di kawasan ibu kota baru.

Jika cuacanya buruk, tentu proses pembangunan IKN jadi terkendala.

Selain itu, cuaca juga akan mempengaruhi aktivitas penduduk di IKN nantinya.

Bukan tidak mungkin, cuaca yang buruk berpotensi memicu terjadinya bencana alam, yang akan menghambat aktivitas pemerintahan dan perekonomian.

Lantas, seperti apa sebenarnya cuaca di IKN? Berikut penjelasannya.

BMKG: IKN Punya Pola Hujan Ekuatorial

mitigasi bencana banjir ikn nusantara

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat menyebut, cuaca di IKN memiliki pola hujan ekuatorial.

Hal tersebut dikatakan oleh Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto.

“Di IKN ini polanya ekuatorial, perbedaan musim kemarau dan hujan tidak jelas, hampir setiap hari ada hujan. Saat ini (juga) ada gelombang ekuator sehingga hujannya cukup banyak, ujar Tri Handoko, dikutip dari Kompas.com.

Sementara itu, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan pola hujan ekuatorial itu disebut juga sebagai hujan sepanjang tahun.

Lalu, puncak curah hujannya terjadi dua kali selama setahun.

“Pola hujan ekuatorial itu adalah hujan yang turun sepanjang tahun, jadi setiap bulan apa pun ya hujan terus, itu di IKN. Jadi isinya ya hujan terus, tidak ada musim kemarau atau musim hujan,” kata Dwikorita.

Lebih Lanjut Mengenai Pola Hujan Ekuatorial

tempat wisata kutai kartanegara

Indonesia memiliki tiga tipe pola hujan berdasarkan distribusi rata-rata curah hujannya, yakni hujan monsunal, lokal, dan ekuatorial.

Jika memiliki pola hujan ekuatorial, berarti satu wilayah memiliki distribusi hujan bimodial atau dua puncak musim hujan.

Biasanya, puncak musim hujannya terjadi sekitar Maret dan Oktober.

Selain Kalimantan Timur, ada beberapa wilayah lain yang memiliki pola hujan ekuatorial, yakni di Bangka Belitung, Gorontalo, Bengkulu, Jambi, DI Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau.

Sebagai perbandingan, berikut adalah pengertian dari pola hujan monsunal dan lokal.

  • Pola hujan equatorial: Wilayahnya memiliki distribusi hujan bulanan bimodial (dua puncak musim hujan) yang biasanya terjadi sekitar bulan Maret dan Oktober.
  • Pola hujan lokal: Wilayahnya memiliki distribusi hujan bulanan berkebalikan dari pola monsun. Pola lokal dicirikan oleh bentuk pola hujan unimodial (satu puncak hujan), tetapi waktunya berlawanan dengan tipe hujan monsun.

Modifikasi Cuaca IKN

sumber daya alam melimpah

Seperti dijelaskan sebelumnya, cuaca IKN bisa menghambat proses pembangunan ibu kota baru yang sedang berjalan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah berupaya melakukan modifikasi cuaca di IKN.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan modifikasi cuaca perlu ditingkatkan untuk memastikan pembangunan infrastruktur di IKN.

Menhub Budi sempat menjelaskan, dari 30 hari hanya ada 8 hari cerah di kawasan IKN.

Apabila kondisi itu berlanjut, target pembangunan di IKN bisa mundur dari rencana awal, termasuk pembangunan bandara.

“Saya minta modifikasi cuaca di wilayah Kalimantan Timur dapat ditingkatkan, bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan,” katanya dikutip dari Antaranews.com.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Dari 1-12 Juni 2024, sebelum TMC wilayah IKN terus diguyur hujan.

Sementara setelah dilakukannya penerapan TMC, dari 14-16 Juni 2024 tidak ada hujan turun.

Demikian penjelasan mengenai kondisi cuaca di IKN. Pemahaman mengenai pola cuaca ini penting untuk perencanaan pembangunan, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat di IKN. 

Kesiapsiagaan terhadap perubahan musim dapat membantu dalam mengantisipasi tantangan lingkungan dan memastikan keberlanjutan perkembangan kota baru ini.

Referensi

  • Artikel Kompas.com berjudul “IKN Punya Pola Hujan Ekuatorial, BMKG Modifikasi Cuaca Kejar Target Pembangunan”. (https://ikn.kompas.com/read/2024/07/12/190000987/ikn-punya-pola-hujan-ekuatorial-bmkg-modifikasi-cuaca-kejar-target-pembangunan?page=all). Diakses pada 16 Juni 2024.
  • Artikel Antaranews.com berjudul “Menhub: Modifikasi cuaca perlu demi optimalkan pembangunan bandara IKN”. (https://www.antaranews.com/berita/4196409/menhub-modifikasi-cuaca-perlu-demi-optimalkan-pembangunan-bandara-ikn). Diakses pada 16 Juni 2024.
  • Artikel Detik.com berjudul “3 Tipe Pola Hujan di Indonesia, Simak Penjelasan BMKG”. (https://news.detik.com/berita/d-7135642/3-tipe-pola-hujan-di-indonesia-simak-penjelasan-bmkg). Diakses pada 16 Juni 2024.

7 Daftar Pasar di IKN untuk Belanja Aneka Kebutuhan

Pindahnya ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) turut mendatangkan warga baru ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Untuk warga baru IKN yang sedang mencari pusat perbelanjaan tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mari simak ulasan ini.

Rumah123 sudah merangkum tujuh pasar tradisional di sekitar IKN yang bisa menjadi pilihan untuk berbelanja, mulai dari Pasar Waru hingga Pasar Rudina.

7 Pasar di IKN

Pasar Waru

pasar di ikn

Foto: Google Photos

Alamat Pasar Waru di Desa Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Lokasi tersebut sekitar 1 jam 19 menit dari Titik Nol IKN Nusantara.

Pusat perbelanjaan tradisional ini buka dua hari dalam seminggu, yaitu pada Kamis dan Minggu. Jam operasionalnya mulai dari 05.00 hingga 13.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Pasar Waru menyediakan berbagai macam kebutuhan pangan seperti beras, sayur, buah, daging, ikan, sembako dan lain sebagainya. Ada pula aneka keperluan lainnya.

Warga menyebutnya “pasar tumpah”, karena hanya buka pada hari tertentu saja. Selain itu, Pasar Waru berada di tepi jalan raya, sehingga pelintas harus menurunkan laju kendaraannya.

Berdasarkan ulasan pengunjung, lauk-pauk dan sayur di Pasar Waru sangat fresh. Kemudian di bagian belakang pasar, tersedia aneka kuliner siap santap seperti nasi kuning dan soto.

Pasar Induk Penajam

pasar di ikn

Foto: Google Photos

Alamat Pasar Induk Penajam di Desa Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Lokasi ini sekitar 1 jam 21 menit dari Titik Nol IKN Nusantara.

Pasar Induk Penajam merupakan pasar induk terbesar di Penajam Paser Utara. Di sini tersedia aneka kebutuhan pokok dengan harga grosir yang terjangkau.

Belanja beras, sayur, buah, ikan, daging atau sembako di sini memuaskan. Di samping itu, tersedia pula pedagang perabot dapur, pakaian, aksesori dan lain sebagainya.

Pusat perbelanjaan tradisional ini sudah ditata sedemikian rupa, sehingga pembeli bisa merasakan pengalaman belanja nyaman. Jalan anti becek, karena sudah ditutup oleh keramik.

Di luar kawasan Pasar Induk Penajam juga banyak pedagang kaki lima. Pada sore hari, sekitar pasar induk dipadati oleh orang-orang yang berolahraga.

Pasar Petung

pasar di ikn

Foto: Google Photos

Alamat Pasar Petung di Jalan Penajam-Kuaro Nomor 70, Desa Giri Mukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Pasar Petung menyediakan segala kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau. Tak heran, bila pusat perbelanjaan tradisional ini selalu dipadati warga setiap harinya.

Jam operasional Pasar Petung Penajam Paser Utara dimulai pada pukul 06.00 WITA. Pada Selasa, Jumat dan Senin biasanya tutup pukul 11.30.

Sementara itu, pada Rabu dan Sabtu bisa buka hingga pukul 18.00 WITA. Minggu dan Kamis beroperasi hingga malam hari (info jam operasional bisa berubah).

Pasar Semoi Dua

pasar di ikn

Foto: Google Photos

Alamat Pasar Semoi Dua di Desa Semoi Dua, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Berada dalam radius 28,4 kilometer dari Titik Nol IKN Nusantara.

Berdasarkan ulasan pengunjung, pasar tradisional di IKN ini ramai pada hari Kamis. Pasalnya, pada hari tersebut banyak pedagang dari luar desa yang berjualan.

Pengunjung pasar bisa membeli sembako, buah, sayur, daging, lauk dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Harga barang di sini tak kalah terjangkau dari pasar lainnya.

Pasar Tenggarong

pasar di ikn

Foto: Google Photos

Alamat Pasar Tenggarong di Jalan Maduningrat Nomor 58, Desa Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sebagai informasi, saat ini Pasar Tenggarong masih dalam tahap pembangunan. Diharapkan ke depannya pusat perbelanjaan tradisional ini menjadi tempat nyaman untuk belanja.

Berdasarkan ulasan pengunjung, pedagang di Pasar Tenggarong ramah-ramah. Mereka mendapatkan pelayanan yang cukup memuaskan saat berbelanja di sini.

Pasar di Kalimantan Timur ini buka setiap hari dari Senin sampai Minggu. Jam operasional sama setiap harinya, yaitu mulai pukul 04.00 hingga 22.00 WITA.

Pasar Rudina

pasar di ikn

Foto: Google Photos

Selanjutnya Pasar Rudina yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, Desa Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Pasar Rudina merupakan pasar tradisional yang menyediakan sayur dan lauk segar. Pasalnya, penjual langsung mengambil hasil tanamannya dari kebun.

Berdasarkan ulasan pengunjung, di sini serba ada sehingga tak sulit mencari aneka kebutuhan sehari-hari. Namun, ada beberapa kekurangan seperti lahan parkir terbatas.

Oleh karena itu, belanja ke Pasar Rudina lebih baik menggunakan kendaraan umum. Pasar beroperasi setiap hari mulai dari jam 07.00 hingga 22.00 WITA.

Pasar Mangkurawang

pasar di ikn

Foto: Google Photos

Alamat Pasar Mangkurawang di Jalan Ahmad Dahlan, Desa Baru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Berdasarkan ulasan pengunjung, pasar tradisional ini masih belum terlalu ramai. Namun sudah ada beberapa lapak yang berjualan daging, ayam, sayur-sayuran, mainan anak, dan lain-lain.

Berbelanja keliling pasar cukup nyaman, lantaran area pasar terbilang luas. Selain pedagang yang berjualan dalam pasar, ada pula pedagang yang berjualan di luar pasar.

Demikian informasi tentang 7 daftar pasar di IKN yang bisa dijadikan referensi untuk berbelanja. Pasar mana yang paling dekat dengan tempat tinggal Anda?