Bukan Pindah, Inilah 6 Ibu Kota Negara yang Berganti Nama!

Dalam catatan sejarah, terdapat beberapa ibu kota negara yang berganti nama.

 

Tidak cuma sekali, sejumlah negara tersebut bahkan mengganti nama ibu kotanya sampai beberapa kali.

 

Ada berbagai alasan di balik pergantian nama sebuah ibu kota, mulai dari kebijakan presiden, perebutan kekuasaan, penghapusan sisa-sisa penjajahan, hingga bentuk penghormatan.

 

Hal tersebut menjadi kisah yang menarik untuk disimak, terutama bagi kamu yang menyukai sejarah.

 

Lantas, apa saja negara di dunia yang mengganti nama ibu kotanya? Berikut daftar lengkapnya.

 

Daftar Ibu Kota yang Berganti Nama

 

1. Zimbabwe

 

zimbabwe

 

Negara pertama yang mengganti nama ibu kotanya adalah Zimbabwe.

 

Dahulu, ibu kota Zimbabwe bernama Salisbury, tetapi berganti menjadi Harare pada 18 April 1982.

 

Alasan digantinya Salisbury karena nama tersebut merupakan peninggalan Inggris.

 

Hal ini merupakan upaya pemerintah Zimbabwe menyingkirkan sisa-sisa penjajahan.

 

2. Thailand

 

Ibu Kota yang Berganti Nama

 

Salah satu negara tetangga Indonesia juga sempat mengganti nama ibu kotanya, yakni Thailand.

 

Semula, nama ibu kota Thailand adalah Bangkok, tetapi diubah menjadi Krung Thep Maha Nakhon.

 

Walau berganti nama, kerajaan Thailand menyebut bahwa nama Bangkok masih dapat digunakan.

 

3. Kazakhstan

 

Foto: internationalbanker.com

 

Ibu kota yang berganti nama berikutnya adalah Kazakhstan.

 

Nama ibu kota negara ini dulunya adalah Aqmola, kemudian berganti menjadi Astana.

 

Pada tahun 2019, barulah nama Astana diganti menjadi Nur-Sultan.

 

Pergantian nama ibu kota menjadi Nur-Sultan dilakukan, demi menghormati jasa presiden Nursultan Nazarbayev yang berkuasa selama 30 tahun.

 

Kota Nur-Sultan resmi menjadi nama ibu kota baru Kazakhstan per tahun 2019.

 

4. Norwegia

 

 

Masyarakat dunia mengetahui jika nama ibu kota Norwegia adalah Oslo.

 

Nama Oslo sendiri sudah digunakan sejak abad pertengahan.

 

Namun, nama tersebut sejatinya pernah diganti menjadi Christiania.

 

Pergantian nama dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Christian IV.

 

Ia merupakan sosok yang membangun kembali kota tersebut pasca-kebakaran pada tahun 1624.

 

Setelah merdeka, nama ibu kota Norwegia kembali menjadi Oslo sampai sekarang.

 

5. Mozambik

 

Foto: kemlu.go.id

 

Seperti Zimbabwe, pergantian nama ibu kota Mozambik dikarenakan pemerintah ingin menghapus sisa-sisa peninggalan penjajah.

 

Dahulu, nama ibu kota Mozambik adalah Lourenco Marques.

 

Lalu, pada tahun 1975 atau setelah merdeka, pemerintah memutuskan mengganti nama ibu kotanya menjadi Maputo.

 

6. Indonesia

 

Ibu Kota yang Berganti Nama

Foto: raiky/kemenpora.go.id

 

Terakhir, negara yang ibu kotanya berganti adalah Indonesia.

 

Menurut sejarah, sebelum menjadi Jakarta, nama ibu kota Indonesia berganti sebanyak tiga kali.

 

Awalnya, nama ibu kota Indonesia adalah Sunda Kelapa, lalu berganti menjadi Jayakarta dan Batavia.

 

Penggunaan nama Jakarta sendiri baru terjadi pada tahun 1949.

 

Alasan pergantian nama ibu kota Indonesia tidak lepas dari perebutan kekuasaan di daerah tersebut.

 

Bahkan, seperti yang kita ketahui, ibu kota Indonesia pun akan berpindah dari Jakarta ke Nusantara dalam waktu dekat.

 

Penggunaan nama Nusantara bukan tanpa alasan, istilah ini terbilang ikonik karena sudah dikenal sejak dahulu kala.

 

Selain ikonik, nama ini dianggap mampu menggambarkan Indonesia secara menyeluruh.

 

Itulah beberapa negara yang ibu kotanya berganti nama karena berbagai alasan.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Inilah Dampak Sosial IKN yang Mesti Diperhatikan

Tak hanya berdampak pada ekonomi, pemindahan Ibu kota Nusantara (IKN) juga akan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.

Hal tersebut disebabkan oleh perpindahan penduduk dalam jumlah besar dari beragam suku dan budaya serta latar belakang ekonomi.

Lalu, bisa juga disebabkan karena perpindahan aktivitas pemerintahan secara masif dari Jakarta ke kawasan IKN di Penajam Paser Utara dan sekitarnya.

Lantas, seperti apa dampak sosial IKN yang berpotensi terjadi? Apakah dampaknya positif atau negatif?

Ketahui selengkapnya melalui pemaparan berikut ini.

Keberagaman Budaya

Keberagaman budaya di IKN

Total luas wilayah dari IKN mencapai 256.142,72 hektare, yang terdiri dari 5.664 hektare rencana Kawasan Inti Pusat Pemerintah, 56.180,87 hektare rencana kawasan ibu kota negara, dan rencana kawasan perluasan.

Pada wilayah tersebut, nantinya akan terjadi pertambahan penduduk secara signifikan, namun bertahap.

Tidak hanya ASN, pendatang IKN berasal juga dari keluarga ASN dan pelaku ekonomi lainnya.

Diperkirakan, akan ada 1,5 juta orang di masa mendatang, yang akan pindah ke IKN.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengatakan, perpindahan penduduk itu akan memicu keberagaman budaya.

“Perkiraan kondisi sosial dan budaya yang akan terjadi nantinya di Ibu Kota Negara Baru, keberagaman budaya makin meningkat bukan hanya etnis tapi ekonomi dan tingkat pendidikan, urbanisasi,” ujarnya dikutip dari laman fisip.ui.ac.id.

Lebih lanjut, Rudy juga menjelaskan, keberagaman budaya itu bisa juga memicu konflik apabila tidak diantisipasi secara baik.

Bahkan, budaya lokal bisa mati karena budaya baru bernuansa rural yang dibawa oleh pendatang.

“(Perpindahan penduduk ke IKN) mengarah munculnya kota metropolitan, terbukanya peluang usaha dan bekerja yang dapat memicu konflik sosial antarkelompok etnis serta keberadaan simbolisasi nasional dan kekayaan budaya lokal di Ibu Kota Negara,” kata Rudy.

Kesenjangan Sosial

Tiga Skema Pemindahan ASN ke IKN

Urbanisasi yang masif tak hanya memunculkan keberagaman budaya saja.

Lebih dari itu, diprediksi akan muncul juga kesenjangan sosial di wilayah IKN dan sekitarnya.

Salah satu faktor yang dapat memicu kesenjangan sosial itu adalah perbedaan kualitas sumber daya manusia (SDM), antara pendatang dengan penduduk lokal.

Bukan tidak mungkin, penduduk lokal akan bersaing dengan pendatang yang umumnya lebih kompeten dalam hal pendidikan.

Menurut Hari Prasetyo Sutanto dalam artikel ilmiahnya yang dipublikasikan di Jurnal Studi Kebijakan Publik, kesenjangan sosial bisa dilihat berdasarkan pendidikan dan tingkat usia.

Berdasarkan data KKP IKN 2021, mayoritas ASN yang akan datang ke IKN mayoritas berpendidikan S1 (51,3 persen), disusul S2 (26,7 persen), dan DIII (14,8 persen).

Lalu, kebanyakan ASN itu berada dalam kelompok usia 30-39 tahun (34,5 persen), disusul usia 40-49 tahun (28,8 persen), dan 50-60 tahun (19,8 persen).

Bagi penduduk lokal, hadirnya penduduk pendatang yang memiliki keunggulan lebih bisa memunculkan isu sosial seperti culture shock.

Dan jika tidak diantisipasi secara baik, bisa juga memicu konflik.

Dampak Terhadap Masyarakat Adat

desa budaya pampang

Dampak sosial IKN selanjutnya yang mesti diperhatikan adalah mengenai eksistensi masyarakat adat.

Di wilayah IKN sendiri, terdapat sejumlah masyarakat asli seperti dari Suku Balik dan Suku Paser.

Banyak yang khawatir, masyarakat adat tidak akan dilibatkan dalam eksistensi IKN.

Terkait hal tersebut, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan keberlangsungan masyarakat adat di IKN akan terjaga dan lestari.

Hal ini sempat disampaikan oleh Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat (Sosbudpemas) Otorita IKN, Alimuddin, pada Kamis (26/10/2023) dalam focus group discussion (FGD) yang digelar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama perwakilan masyarakat dan tokoh adat di Sepaku.   

Menurut Alimuddin, perlindungan masyarakat adat di IKN sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara dan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2023 Tentang Kewenangan Khusus Otorita IKN.

“Pembangunan IKN itu salah satu rohnya adalah masyarakat lokal berupa budaya-budaya lokal yang menjadi roh pembangunan IKN. Oleh karena itu, sebenarnya kita butuh kondisi seperti itu jadi jangan khawatir Otorita IKN akan memfasilitasi pengakuan masyarakat adat dan hukum adatnya,” ujar Alimuddin, dikutip dari IKN.go.id. 

Itu dia beberapa contoh dampak sosial IKN yang berpotensi terjadi di wilayah ibukota baru Indonesia.

Agar tak berkembang jadi konflik yang merugikan, diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk mengantisipasinya.

Referensi

  • Artikel Fisip UI berjudul “Kajian Aspek Sosial Pemindahan Ibu Kota Negara”. (https://fisip.ui.ac.id/en/kajian-aspek-sosial-pemindahan-ibu-kota-negara/). Diakses pada 16 Juli 2024.
  • Artikel IKN.go.id berjudul “Otorita IKN Pastikan Keberlangsungan Masyarakat Adat dan Kearifan Lokal”. (https://www.ikn.go.id/otorita-ikn-pastikan-keberlangsungan-masyarakat-adat-dan-kearifan-lokal). Diakses pada 16 Juli 2024.
  • Artikel ilmiah karya Hari Prasetyo Sutanto berjudul “Transformasi Sosial Budaya Penduduk IKN Nusantara”, dalam Jurnal Studio Kebijakan Publik. (https://jurnal.kemendagri.go.id/index.php/jskp/article/view/1444/567). Diakses pada 16 Juli 2024.

Itinerary 1 Day Trip IKN, Wisata Hutan hingga Melihat Sunset!

Meski pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih dalam proses, bukan berarti kamu tidak boleh bertandang ke kawasan tersebut untuk melihat-lihat.

 

Bahkan, ada banyak lokasi menarik yang bisa kamu kunjungi di IKN dalam waktu 1 hari saja.

 

Seperti pengalaman tim Rumah123 yang sempat menyambangi kawasan IKN pada April 2024 silam.

 

Berdasarkan pengalaman kami, setidaknya ada sejumlah tempat menarik yang patut dikunjungi jika berada di kawasan IKN.

 

Apa saja tempat-tempat tersebut? Sebagai informasi, berikut itinerary 1 day trip IKN yang bisa kamu jadikan sebagai panduan.

 

Perjalanan dari Balikpapan ke IKN

 

perjalanan ke IKN dari Balikpapan

 

Untuk menuju IKN, kamu bisa menempuh perjalanan udara dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.

 

Sampai saat ini, belum rute penerbangan langsung dari Jakarta menuju IKN.

 

Pilihan hotel dan penginapan di IKN juga masih sangat minim, sehingga sebaiknya kamu memilih Kota Balikpapan sebagai tujuan penerbangan dan lokasi menginap.

 

Perjalanan dari Kota Balikpapan ke IKN memakan waktu sekitar 2 jam via Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).

 

Agar dapat mengunjungi seluruh tempat di IKN, mulailah perjalanan tersebut pada pukul 08.00 WITA.

 

Namun, kamu harus menyewa atau menggunakan kendaraan pribadi jika ingin berkunjung ke IKN.

 

Pasalnya, saat ini belum tersedia moda transportasi umum yang dapat mengantarkanmu menuju kawasan tersebut.

 

Terkait rute perjalanan dari Balikpapan ke IKN, simak ulasan lengkapnya di artikel ini, ya.

 

Menikmati Pemandangan Hijau di Titik Nol Nusantara

 

titik nol nusantara

 

Sesampainya di kawasan IKN pada pukul 10.00 WITA, lokasi pertama yang bisa kamu kunjungi adalah Titik Nol Nusantara.

 

Titik Nol Nusantara berada di Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

 

Kawasan ini merupakan wilayah dataran tinggi, sehingga kamu dapat bersantai sembari melihat pemandangan hutan yang hijau dan asri di sekitarnya.

 

Kenakanlah pakaian yang mudah menyerap keringat dan penutup kepala agar tetap nyaman.

 

Pasalnya, terik matahari di kawasan IKN akan terasa cukup menyengat saat menjelang siang hari.

 

Bersantai di Area Wisata Glamping IKN

 

wisata glamping ikn

 

Sekitar pukul 11.00-11.3o WITA, kamu dapat berpindah ke objek Wisata Glamping IKN yang tidak jauh dari Titik Nol Nusantara.

 

Jarak antara Titik Nol Nusantara ke wisata glamping memakan waktu 19 menit atau sekitar 2,7 km.

 

Menariknya, kamu bisa sekaligus mengunjungi Miniatur Hutan Mangrove dan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) saat berada di Wisata Glamping IKN.

 

Posisi Wisata Glamping IKN ada di ketinggian dan tengah hutan tropis Kalimantan Timur.

 

Dari area glamping, kamu juga bisa melihat progres pembangunan IKN, lho.

 

Hanya saja, kondisi jalan menuju ke kawasan tersebut sedikit menanjak dan licin saat sedang hujan.

 

Persiapan pakaian dan kondisi fisik yang mumpuni untuk menempuh perjalanan tersebut, ya.

 

Berpetualang dan Makan Siang di Goa Tapak Raja

 

goa tapak raja

 

Setelah puas mengeksplorasi objek Wisata Glamping IKN, lanjutkan perjalanan menuju Goa Tapak Raja pada pukul 12.00 WITA.

 

Destinasi wisata ini berada di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Panajam Paser Utara.

 

Perjalanan dari Wisata Glamping IKN ke Goa Tapak Raja memakan waktu sekitar 1 jam berkendara.

 

Di lokasi ini, kamu bisa merasakan udara segar dan pemandangan hutan yang masih asri.

 

Goa Tapak Raja sendiri berada di area hutan yang ditumbuhi pepohonan besar berjenis kariwaya.

 

Terdapat 10 lubang gua di Goa Tapak Raja, tetapi baru ada dua lubang berukuran besar yang bisa dimasuki oleh manusia.

 

Di kawasan Goa Tapak Raja juga tersedia kolam berisi air sungai.

 

Mitosnya, air di kolam tersebut dapat berkhasiat membuatmu menjadi awet muda.

 

Sebelum memulai perjalanan berikutnya, jangan lupa santap siang di gerai-gerai makanan yang ada di sekitar Goa Tapak Raja.

 

Menghabiskan Sore di Hutan Mangrove Mentawir

 

itinerary 1 day trip ikn ke hutan mangrove mentawir

 

Pada pukul 15.00-15.30 WITA, kamu dapat melanjutkan perjalanan ke Hutan Mangrove Mentawir.

 

Lokasi Hutan Mangrove Mentawir cukup dekat dengan Goa Tapak Raja, hanya sekitar 11 km atau sekitar 20 menit berkendara.

 

Di sini, kamu akan diajak menyusuri hutan mangrove atau bakau dengan kapal motor yang dapat disewa seharga Rp250 ribu.

 

Pada saat sore menjelang petang, kamu bisa sekalian menikmati pemandangan terbenamnya matahari.

 

Setelah itu, sekitar pukul 18.00 WITA, bergegaslah kembali ke Balikpapan untuk menempuh perjalanan pulang sekitar 2 jam.

 

Itulah itinerary 1 day trip IKN dari Balikpapan yang bisa kamu tiru.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

Sederet Tantangan IKN yang Mesti Diantisipasi

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sedang digalakan. Dalam prosesnya, muncul sederet tantangan.

Tantangan IKN ini tak hanya datang dari soal pendanaan saja, tapi juga dari kondisi alam hingga soal perpindahan penduduk dalam jumlah banyak.

Jika tidak diantisipasi secara matang, tantangan IKN itu bisa menjadi sumber masalah.

Artikel ini mencoba memaparkan sejumlah tantangan yang mungkin sedang dan akan dihadapi oleh pemangku kebijakan terkait ibu kota baru.

Tantangan IKN Soal Pendanaan

Biaya pembangunan IKN

Seperti dijelaskan sebelumnya, tantangan utama dalam pembangunan IKN adalah soal pendanaan.

Itu karena, pembangunan IKN membutuhkan biaya yang besar.

Dikutip dari ikn.go.id, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Juri Ardiantoro mengatakan, proyek pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) membutuhkan anggaran Rp466 triliun.

Tantangannya muncul karena pendanaan IKN tidak hanya berasal dari APBN saja.

Jika dirinci lebih lanjut, menurut ikn.go.id, pembiayaan dari APBN hanya sekitar Rp 89,4 triliun.

Sementara itu, sumber pendanaan lainnya adalah KPBU dan swasta Rp253,4 triliun, dan BUMN serta BUMD Rp123,2 triliun.

Juri Ardiantoro mengakui, persoalan anggaran itu menjadi tantangan tersendiri dalam pemindahan IKN.

Berbagai usaha tentu sudah dilakukan pemerintah untuk bisa membiayai IKN, salah satunya adalah dengan menggaet investor.

Teranyar, dikabarkan perusahaan asal Dubai, Uni Emirat Arab, Emaar Properties akan menjadi perusahaan asing perdana yang berinvestasi di IKN.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono mengatakan, pengembang dari Burj Khalifa itu akan mengembangkan kawasan pusat ekonomi atau financial center di IKN, seperti SCBD di Jakarta.

“Mungkin nanti dari Dubai itu kelihatannya,” jelasnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jumat (12/7/2024) malam, dikutip dari bisnis.com.

Tantangan IKN dalam Perpindahan Penduduk

Ilustrasi rumah penduduk di IKN

Tantangan IKN berikutnya adalah mengenai perpindahan penduduk.

Pakar Migrasi dan Kependudukan Fakultas Geografi UGM, Prof. Dr. Sukamdi, M.Sc., menjelaskan, pemindahan pusat pemerintahan ke IKN bisa menyebabkan perubahan demografis.

Contohnya, diprediksi jumlah penduduk akan meningkat secara cepat, kepadataan penduduk yang tinggi, hingga terjadinya akumulasi penduduk di sekitar pusat ibu kota.

Apabila tidak diatasi dengan baik, bisa jadi adanya migrasi tersebut akan memunculkan segmentasi pasar kerja.

Selain itu, penduduk lokal akan terdesak oleh pendatang dalam jumlah banyak.

“Efek migrasi ini juga bisa memunculkan segmentasi pasar kerja dan adanya ketegangan sosial atau konflik,” ujar Sukamdi, dikutip dari UGM.ac.id.

Tantangan IKN Mengenai Kondisi Alam

potret miniatur hutan hujan tropis

Selanjutnya, tantangan dalam pembangunan IKN ada pada kondisi alamnya.

Hal ini sempat diungkapkan oleh Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Silvia Halim

Ia menjelaskan, tantangan yang paling utama dalam proses pembangunan IKN adalah kondisi alamnya seperti berada di tengah hutan, dan kontur tanah yang berbukit.

Kendati demikian, menurut Silvi, pembangunan IKN tetap memperhatikan kondisi lingkungan.

Termasuk soal pembabatan pohon di lokasi pembangunan juga dipertimbangkan secara matang.

IKN dibangun di hutan produksi yang secara rutin pohonnya ditebang, bukan hutan alam.

“Sebenarnya banyak ya tantangannya (pembangunan), tapi mungkin yang paling utama adalah kondisi alamnya itu sendiri. Ini kan kita bangunnya di tengah hutan yang kontur tanahnya tidak rata, berbukit,”  ujar Silvia usai peringatan HUT ke-78 RI di Sumbu Kebangsaan IKN, Kamis (17/8/2023), dikutip dari Detik.com.

Baca juga:

Konsep Hutan IKN: Dukung Kota Netral Karbon & Keanekaragaman Hayati

Itu dia beberapa tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan IKN.

Masih ada sejumlah tantangan lainnya yang dihadapi pemangku kebijakan pembangunan ibu kota baru.

Namun tentu saja, tantangan itu ada bukan hanya sebagai penghambat saja. 

Lebih dari itu, tantangan tersebut bisa menjadi pelecut agar pemangku kebijakan terus berinovasi dan memikirkan solusi dalam pembangunan IKN.

Referensi

  • Artikel IKN.go.id berjudul “KSP: Pembangunan Ibu Kota Baru Perlu Anggaran Rp 466 T, Tak Semua Ditanggung APBN”. (https://www.ikn.go.id/ksp-pembangunan-ibu-kota-baru-perlu-anggaran-rp-466-t-tak-semua-ditanggung-apbn). Diakses pada 16 Juni 2024.
  • Artikel Bisnis.com berjudul “Investor Asing Perdana Segera Masuk IKN, Basuki: Asal Dubai”. (https://ekonomi.bisnis.com/read/20240713/45/1781998/investor-asing-perdana-segera-masuk-ikn-basuki-asal-dubai). Diakses pada 16 Juni 2024.
  • Artikel Detik.com berjudul “Pihak Otorita Ungkap Tantangan Pembangunan IKN: Kondisi Alam-Kontur Tanah”. (https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6881870/pihak-otorita-ungkap-tantangan-pembangunan-ikn-kondisi-alam-kontur-tanah). Diakses pada 16 Juni 2024.

4 Pilihan Transportasi ke IKN via Jalur Darat dan Laut

Pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) masih terus berlanjut. Salah satunya untuk infrastruktur transportasi dari kawasan penyangga menuju lokasi ibu kota baru.

Seperti diketahui, lokasi IKN meliputi dua wilayah di Kalimantan Timur, yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sekarang ada empat cara yang bisa dilalui untuk menuju ke ibu kota baru Indonesia via jalur darat dan laut. Apa saja? Mari simak informasi lengkapnya di bawah.

4 Transportasi ke IKN

Balikpapan ke IKN via Jalan Tol Balikpapan-Samarinda

Berangkat dari Balikpapan ke IKN bisa melalui Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). Jalan bebas hambatan ini memikiki empat gerbang, yaitu sebagai berikut.

  • Gerbang Tol Manggar;
  • Gerbang Tol Karang Joang;
  • Gerbang Tol Samboja; dan
  • Gerbang Tol Palaran.

Adapun moda transportasi yang bisa digunakan untuk menyusuri tol ini, yaitu mobil pribadi dan angkutan umum seperti bus DAMRI.

Jika menggunakan DAMRI, maka kamu bisa membeli tiket di beberapa tempat (simpul) pemberhentian yang menjualnya yaitu sebagai berikut.

  • Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS);
  • Pelabuhan Semayang; dan
  • Terminal Batu Ampar.

Harga tiket bus dibanderol Rp43.000 untuk satu kali jalan. Jam keberangkatan dari pukul 06.00 hingga 17.00 WITA dengan pemberangkatan setiap satu jam.

Waktu tempuh sekitar 40 menit dari Balikpapan-Pelabuhan Semayang-Bandar Udara Internasional SAMS-Terminal Batu Ampar-Tol KM 13-Sepaku, Penajam Paser Utara.

Bila lelah, kamu bisa menepi di salah satu dari dua dari rest area yang tersedia, yakni rest area tipe A di KM 37 arah Balikpapan dan KM 36 arah Samarinda.

Teluk Balikpapan-Sepaku Penajam Paser Utara

Foto Jembatan Pulau Balang: Kompas.com

Kamu pun bisa menyambangi IKN Kalimantan melalui jalur laut dari Teluk Balikpapan. Rute keberangkatan dari Pelabuhan Semayang Balikpapan ke Dermaga Cita Sabut di Sepaku.

Perjalanan memakan waktu tempuh sekitar satu jam menggunakan speed boat. Setelah itu dilanjutkan dengan perjalanan darat melalui Jalan Hutan Produksi.

Lalu kamu bakal sampai di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP IKN). Menariknya, selama perjalanan banyak pemandangan menarik yang bisa dinikmati.

Termasuk view Jembatan Pulau Balang yang indah. Jembatan ini bakal terhubung dengan jalur ketiga menuju IKN, yaitu Jalan Tol Akses Ibu Kota Nusantara.

Samarinda-Jalan Tol Balikpapan Samarinda (Balsam)-IKN

Perjalanan dari Samarinda ke IKN melalui Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terbilang mudah dan nyaman. Berikut rincian informasinya.

  • Waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan (bisa berubah tergantung kondisi lalu lintas).
  • Tol Balikpapan-Samarinda merupakan salah satu tol terpanjang di Pulau Kalimantan dengan kondisi jalan yang mulus.
  • Rute yang dilalui yaitu Jalan APT Pranoto-Pintu Masuk Tol Palaran-Tol Balsam-Pintu Tol Samboja KM 38-Jalan Poros Samboja-Semoi-Petung-Simpang 3 Titik Nol IKN-Titik Nol IKN.

Selama perjalanan, kamu akan disuguhkan pemandangan hutan tropis yang indah. Adapun tarif tol untuk kendaraan pribadi, yaitu mulai dari Rp16.000 (bisa berubah).

Balikpapan-Jalan Tol IKN

Jalur keempat adalah melalui Jalan Tol Akses IKN yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, dan rencananya akan rampung pada tahun ini.

Tol Akses IKN tersebut bakal terhubung langsung dengan Jembatan Pulau Balang Penajam Paser Utara, khususnya pada Segmen 5A Sp. Tempadung-Jembatan Pulau Balang. 

Waktu tempuh perjalanan sekitar 30 menit dengan rute Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam)-Jalan Tol IKN.

Begitulah gambaran transportasi ke kawasan IKN dari wilayah penyangganya. Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat!

Baca juga:

Tol IKN, Infrastruktur Penting Penghubung Ibu Kota Baru

8 Sekolah di Penajam Paser Utara untuk Penduduk IKN

Penajam Paser Utara adalah sebuah kabupaten di Kalimantan Timur. Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara di sebelah utara.

Diketahui bahwa pemerintah meresmikan keduanya sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Jadi, akan banyak perpindahan masyarakat dari luar Penajam Paser Utara ke wilayah ini.

Sebagai informasi untuk calon penduduk baru, Penajam Paser Utara memiliki fasilitas pendidikan formal memadai. Di sini terdapat beberapa sekolah negeri dan swasta.

Bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anaknya di Penajam Paser Utara IKN, berikut 8 sekolah yang bisa menjadi pilihan.

Sekolah di Penajam Paser Utara Negeri dan Swasta

SMA Negeri 1 Penajam Paser Utara

sekolah di penajam paser utara

Foto: Google Photos

SMA Negeri 1 Penajam Paser Utara (SMAN 1 PPU) merupakan salah satu sekolah negeri terbaik. Sekolah ini memiliki prestasi akademik dan non-akademik yang gemilang.

SMAN 1 PPU memiliki fasilitas lengkap dan modern, serta tenaga pengajar berkualitas. Pihak sekolah berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik bagi siswanya.

Para guru di sekolah ini memiliki kualifikasi S1 dan S2 di bidangnya masing-masing, serta mengikuti pelatihan secara berkala untuk meningkatkan kompetensi mereka.

SMA Negeri 2 Penajam Paser Utara

sekolah di penajam paser utara

Foto: Google Photos

SMA Negeri 2 Penajam Paser Utara (SMAN 2 PPU) merupakan sekolah negeri yang berkualitas di kawasan IKN. Sekolah ini fokus pada pengembangan karakter dan budi pekerti.

SMAN 2 PPU juga memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menarik dan bermanfaat bagi siswa. Adapun prestasi yang pernah diraih oleh sekolah dan siswa SMAN 2 PPU.

  • Juara 3 Sekolah Digital tingkat provinsi.
  • Juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Kebumian tingkat kabupaten.
  • Juara 3 OSN Bidang Kimia tingkat kabupaten.
  • Juara 2 OSN Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi tingkat kabupaten.

SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara

sekolah di penajam paser utara

Foto: Google Photos

SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara (SMAN 3 PPU) merupakan sekolah negeri yang relatif baru. Namun, sekolah ini telah menunjukkan prestasi yang membanggakan.

Sekolah negeri ini memiliki fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Ada fasilitas laboratorium dan peralatan modern untuk mendukung pembelajaran.

SMAN 3 PPU menerapkan program dan kegiatan yang berfokus pada peningkatan  literasi digital dan kompetensi siswa di bidang teknologi. Daftar fasilitas di sini antara lain:

  • ruang kelas yang luas dan nyaman;
  • laboratorium sains dan komputer yang lengkap;
  • perpustakaan dengan koleksi buku yang up-to-date;
  • lapangan olahraga yang luas;
  • aula serbaguna; dan
  • jaringan internet yang memadai di seluruh area sekolah.

SMK Negeri 6 Penajam Paser Utara

sekolah di penajam paser utara

Foto: Google Photos

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Penajam Paser Utara (SMKN 6 PPU) merupakan sekolah kejuruan yang fokus pada bidang teknologi dan industri.

Di sini tersedia berbagai jurusan untuk siswanya.

SMKN 6 PPU telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk praktik kerja siswa. Dengan begitu, siswa lebih siap dalam memasuki dunia kerja setelah lulus sekolah.

SMA Negeri 4 Penajam Paser Utara

sekolah di penajam paser utara

Foto: Google Photos

SMA Negeri 4 Penajam Paser Utara (SMAN 4 PPU) merupakan sekolah negeri yang berlokasi di Kecamatan Sepaku. Fokus sekolah ini yaitu pengembangan bakat dan minat siswa.

Tak mengherankan bila banyak program kesiswaan di bidang olahraga, keagamaan, kepemudaan, dan lain sebagainya. Contoh kegiatan ekstrakurikuler di sini, yaitu;

  • Voli
  • Hoki
  • Sepak bola
  • Basket
  • Renang
  • Pramuka
  • Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA)
  • Drum band
  • Seni (band, vocal group, tari dan melukis).

Adapun prestasi yang pernah diraih oleh SMAN 4 PPU.

  • Juara II tingkat kabupaten Debat Bahasa Inggris 2019.
  • Juara II tingkat kabupaten OSN Fisika 2018.
  • Juara I tingkat kabupaten OSN TIK 2018.
  • Juara III tingkat kabupaten OSN Matematika 2019.

SLB Negeri Penajam Paser Utara

sekolah di penajam paser utara

Foto: Google Photos

Sekolah Luar Biasa Negeri Penajam Paser Utara (SLBN PPU) merupakan sekolah formal negeri yang diperuntukkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Sekolah ini memiliki tenaga pengajar yang terlatih dan berpengalaman dalam menangani ABK. SLBN PPU juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang menunjang pembelajaran siswanya.

SMP-SMK Inne Dongwha

sekolah di penajam paser utara

Foto: Google Photos

Inne Dongwha merupakan sekolah swasta yang berbasis Islam di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Di sini terdapat dua jenjang pendidikan, yaitu SMP dan SMK.

Sekolah ini memiliki kurikulum yang terintegrasi antara pendidikan umum dan pendidikan agama Islam. Inne Dongwha juga terkenal dengan disiplinnya yang tinggi. 

Beberapa contoh program dan kegiatan sekolah ini antara lain sebagai berikut.

  • Pengajian Al-Quran dan hadits.
  • Pendidikan akhlak dan budi pekerti.
  • Ekstrakurikuler keagamaan seperti Pramuka Santri dan Rohani Islam.
  • Lomba-lomba akademik dan non-akademik.
  • Kegiatan pembinaan prestasi siswa.

SD Muhammadiyah 1 Penajam Paser Utara

sekolah di penajam paser utara

Foto: Google Photos

SD Muhammadiyah 1 Penajam merupakan sekolah swasta yang berlokasi di Penajam, PPU. Sekolah ini memiliki fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan agama Islam.

Sekolah dasar swasta milik organisasi Muhammadiyah ini juga memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menarik, seperti tahfidz Qur’an, kaligrafi, dan robotik bagi siswanya.

Itulah delapan sekolah di Penajam Paser Utara yang bisa dipertimbangkan untuk anak-anak. Selain itu, tentu masih banyak opsi lainnya.

Semoga informasi dari kami bermanfaat!

Sejarah Perubahan Nama Jakarta dari Masa Penjajahan hingga Melepas Status Ibu Kota

Menarik mengetahui sejarah perubahan nama Jakarta dari masa penjajahan hingga sekarang.

 

Pasalnya, seperti yang kita tahu, tidak lama lagi nama Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta akan berubah menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

 

Perubahan nama tersebut tidak lepas dari rencana pemerintah Indonesia yang memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim).

 

Soal status dan perubahan nama DKI Jakarta ke DKJ, diatur dalam Undang-Undang (UU) No.2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

 

Peraturan tersebut bahkan sudah disahkan dan ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 25 April silam.

 

Namun, setelah menjadi DKJ, Jakarta tetap berperan sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global di Indonesia.

 

Nah, dalam sejarahnya, bukan kali ini saja perubahan nama Jakarta dicanangkan.

 

Sebagai informasi, berikut sejarah perubahan nama Jakarta yang menarik diketahui.

 

Sejarah Perubahan Nama Jakarta

 

1. Sunda Kelapa

 

sunda kelapa

 

Merujuk sejumlah catatan sejarah, pada abad ke-16, Jakarta lebih dikenal dengan nama Sunda Kelapa.

 

Nama Sunda Kelapa merujuk pada pelabuhan di estuari sungai Ciliwung.

 

Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan utama Kerajaan Sunda.

 

Pada masa itu, wilayah Jakarta dan bagian barat Jawa merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran (Bogor).

 

2. Jayakarta

 

jayakarta

 

Pada 22 Juni 1527, Pelabuhan Sunda Kelapa diserang oleh Pangeran Fatahilah.

 

Setelah penyerangan tersebut, nama Sunda Kelapa berganti menjadi Jayakarta.

 

Pasalnya, Pelabuhan Sunda Kelapa berhasil direbut oleh Pangeran Fatahilah dan pasukannya.

 

Sejalan dengan itu, tanggal 22 Juni lantas diperingati sebagai hari lahir Kota Jakarta.

 

3. Batavia

 

batavia

 

Pada abad ke-16, ketika VOC Belanda menguasai Jayakarta, nama tersebut diubah menjadi Batavia.

 

Perkembangan pesat Kota Batavia sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan VOC Belanda membuat kota ini didaulat sebagai ibu kota Hindia Belanda.

 

Nama Batavia digunakan sebagai nama Jakarta setidaknya hingga tahun 1942, atau tepat sebelum pasukan Jepang datang ke Indonesia.

 

4. Jakarta Tokubetsu Shi

 

jakarta tokubetsu shi

 

Pada tahun 1942, pasukan Jepang masuk ke Indonesia.

 

Situasi tersebut berdampak pada perubahan nama Batavia menjadi Jakarta Tokubetsu Shi atau Jakarta.

 

5. DKI Jakarta

 

dki jakarta

 

Setelah Indonesia merdeka, nama Jakarta kemudian dipatenkan sebagai identitas dari kota ini.

 

Hanya saja, saat itu Jakarta belum ditetapkan sebagai ibu kota Indonesia.

 

Pasalnya, Bung Karno selaku presiden pertama Republik Indonesia, memilih Yogyakarta sebagai ibu kota pada saat itu.

 

Setidaknya sejak kemerdekaan sampai sebelum tahun 1956, Jakarta merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat.

 

Namun, pada tahun 1959, status Jakarta diubah menjadi kotapraja.

 

Hingga pada 1961, status Jakarta diubah kembali menjadi Daerah Chusus Ibukota (DCI), atau kini dieja menjadi Daerah Khusus Ibu kota (DKI).

 

6. Daerah Khusus Jakarta

 

dkj

 

Setelah lama menyandang status daerah khusus ibu kota, nama Jakarta dan statusnya pun akan berubah menjadi DKJ.

 

Meski begitu, hingga tulisan ini dibuat, secara hukum status Jakarta masih sebagai ibu kota Indonesia.

 

Pasalnya, perubahan atau perpindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN baru dilakukan setelah terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemindahan ibu kota.

 

Itulah ulasan mengenai sejarah perubahan nama Jakarta yang menarik diketahui.

 

Baca informasi selengkapnya terkait IKN melalui Rumah123 karena #SemuaAdaDisini.

7 Negara yang Memiliki Lebih dari Satu Ibu Kota, Salah Satunya Tetangga Indonesia!

Tidak cuma satu, ternyata ada beberapa negara di dunia yang memiliki lebih dari satu ibu kota.

 

Hal ini terbilang tidak umum, sebab bisanya sebuah negara hanya memiliki satu ibu kota saja.

 

Seperti di Indonesia, meski ibu kota akan berpindah ke Nusantara, kita tetap akan memiliki satu ibu kota baru yang terletak di Pulau Kalimantan.

 

Sedangkan Ibu Kota Jakarta akan berubah status menjadi Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) sesuai amanat Undang-undang (UU) No.2 Tahun 2024.

 

Lantas, mengapa sebuah negara bisa memiliki lebih dari satu ibu kota? Setidaknya ada beberapa faktor, mulai dari sejarah, kebutuhan, hingga persaingan kekuasaan.

 

Agar tidak penasaran, berikut beberapa negara-negara yang memiliki lebih dari satu ibu kota.

 

Daftar Negara yang Memiliki Lebih dari Satu Ibu Kota

 

1. Malaysia (Kuala Lumpur dan Putrajaya)

 

malaysia adalah negara yang memiliki lebih dari satu ibu kota

 

Salah satu negara yang punya dua ibu kota adalah tetangga Indonesia, yakni Malaysia.

 

Mulanya, ibu kota Malaysia berlokasi di Kuala Lumpur.

 

Akan tetapi, karena Kuala Lumpur dianggap terlalu padat, pemerintah Malaysia lantas membangun ibu kota baru di Putrajaya pada tahun 1995.

 

2. Chile (Santiago dan Valparaiso)

 

ibu kota chile

 

Berikutnya merupakan sebuah negara yang berada di Amerika Selatan, yakni Chile.

 

Ibu kota Chile terletak di Santiago dan Valparaiso.

 

Santio merupakan ibu kota resmi tempat badan administrasi dan peradilan di Chile.

 

Sementara, Valparaiso adalah tempat badan legeslatif Chile untuk mengesahkan undang-undang.

 

3. Bolivia (La Paz dan Sucre)

 

ibu kota bolivia

 

Negara di Amerika Selatan lain yang punya dua ibu kota adalah Bolivia.

 

Ibu kota Bolivia terletak di wilayah La Paz dan Sucre.

 

La Paz merupakan ibu kota administrasi, sedangkan Kota Sucre adalah ibu kota konstitusional Bolovia.

 

4. Republik Ceko (Praha dan Brno)

 

ibu kota ceko

 

Kota Praha dikenal sebagai ibu kota di Republik Ceko.

 

Namun, negara ini mempunyai ibu kota kedua bernama Kota Brno.

 

Di Kota Brno, terdapat Mahkamah Agung Republik Ceko yang cukup terkenal.

 

5. Belanda (Amsterdam dan Den Haag)

 

belanda adalah negara yang memiliki lebih dari satu ibu kota

 

Negara dengan dua ibu kota berikutnya adalah Belanda.

 

Jika ditinjau dari konstitusi, Kota Amsterdam merupakan ibu kota Belanda.

 

Namun, pusat pemerintahan Belanda saat ini berada di Kota Den Haag.

 

6. Sri Lanka (Colombo dan Sri Jayawardenepura Kotte)

 

ibu kota srilanka

 

Negara Sri Lanka yang berada di dekat India ternyata mempunyai dua ibu kota.

 

Ibu kota resmi negara ini adalah Sri Jayawardenepura Kotte, sedangkan badan pemerintahan dan eksekutifnya berada di Kota Kolombo.

 

7. Afrika Selatan (Pretoria, Cape Town, dan Bloemfontein)

 

afrika selatan adalah negara yang memiliki lebih dari satu ibu kota

 

Negara Afrika tidak hanya mempunyai dua ibu kota, tetapi tiga ibu kota sekaligus.

 

Cape Town sejatinya merupakan ibu kota legilislatif Afrika Selatan.

 

Namun, karena adanya konflik kekuasaan, muncul dua ibu kota tandingan yang berlokasi di Pretoria dan Bloemfontein.

 

Itulah beberapa negara dunia dengan dua ibu kota yang menarik diketahui.

 

Ikuti artikel lain tentang IKN hanya di Rumah123 karena #SemuaAdaDiSini.

Fantastis, Inilah Harta Karun Tersembunyi di IKN Nusantara. Pantas Dipilih Jadi Ibukota!

Ternyata, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memiliki harta karun berupa sumber daya alam yang melimpah ruah. Apa saja harta karun di IKN tersebut? Cari tahu informasinya pada artikel ini!

 

Terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Nusantara dikelilingi oleh “harta karun” berupa sumber daya alam yang berlimpah dan bernilai fantastis.

 

Di kawasan ini, terdapat berbagai proyek energi raksasa, mulai dari minyak dan gas bumi, batu bara, hingga emas dan perak.

 

Nah kira-kira, apa saja potensi sumber daya alam di sekitar IKN Nusantara? Simak pembahasannya pada uraian di bawah ini!

 

Harta Karun di IKN Nusantara

batu bara

sumber: freepik.com

 

1. Batu Bara

Kalimantan diketahui memiliki kekayaan alam yang melimpah, salah satunya adalah batu bara.

Berdasarkan data Badan Geologi 2020, Kalimantan menyimpan potensi 5,86 miliar ton sumber daya dan 386,63 juta ton cadangan batu bara.

Hal ini menjadikan Kalimantan sebagai salah satu daerah dengan potensi batu bara terbesar di Indonesia.

Lebih dari 76% wilayah Kalimantan berpotensi mengandung batu bara, tetapi belum memiliki izin usaha pertambangan (WIUP).

Besarnya potensi ini menjadi daya tarik bagi investor untuk menambang batu bara di Kalimantan.

Tercatat, ada 784 pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan 56 Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) di Kalimantan.

Kawasan industri di Kalimantan, seperti Tanah Bumbu, Balikpapan, Bontang, dan Ketapang, semakin meningkatkan prospek bisnis batu bara di wilayah ini.

Ditambah lagi, ibu kota baru Nusantara yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dikelilingi oleh beberapa pertambangan batu bara yang sudah beroperasi.

Beberapa contohnya adalah pertambangan berikut:

 

Penajam Prima Coal

 

Terletak di Buluminung, Nenang, dan Nipah-Nipah, Penajam Paser Utara, pertambangan ini memiliki luas lahan 4.999 hektare dan telah beroperasi sejak 26 September 2014.

 

Izin Usaha Pertambangan (IUP) berlaku hingga 2024.

 

Penajam Makmur Abadi

 

Berlokasi di Api-Api, Selulu, Penajam Paser Utara, pertambangan ini memiliki luas lahan 131,5 hektare dan telah beroperasi sejak 8 November 2017.

 

Izin Usaha Pertambangan (IUP) berlaku hingga 7 November 2027.

 

Energi Penajam Mandiri

 

Terletak di Desa Buluminung, Penajam, Penajam Paser Utara, pertambangan ini memiliki luas lahan 4.990 hektare dan telah beroperasi sejak 26 September 2014.

 

Izin Usaha Pertambangan (IUP) berlaku hingga 26 September 2024.

 

Adelin Penajam Borneo

 

Berlokasi di Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara, pertambangan ini memiliki luas lahan 461 Ha dan telah beroperasi sejak 24 Juli 2018.

 

Izin Usaha Pertambangan (IUP) berlaku hingga 23 Juli 2028.

2. Minyak dan Gas Bumi

 

IKN yang berada di Kalimantan Timur juga menyimpan kekayaan alam yang melimpah dan menjadi lokasi berbagai proyek hulu migas strategis.

 

Salah satu yang paling diunggulkan adalah proyek gas laut dalam Indonesia Deepwater Development (IDD), yang digadang-gadang sebagai proyek andalan Presiden Jokowi.

 

IDD, yang dikelola oleh Chevron Indonesia Company Ltd (CICO), terletak di Kutai Basin, lepas pantai Kalimantan Timur.

 

Proyek senilai US$6,98 miliar ini terdiri dari Lapangan Bangka, Gendalo Hub dan Gehem Hub, dan ditargetkan on stream pada kuartal VI tahun 2025.

 

Diharapkan, proyek ini mampu menghasilkan 844 MMSCFD gas dan 27.000 BOPD minyak.

 

Selain IDD, terdapat beberapa proyek hulu migas lain yang telah beroperasi di Kalimantan Timur, yaitu Blok Mahakam, yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

 

PHM merupakan produsen minyak terbesar kelima di Indonesia dengan lifting minyak 24.931 bph dan gas terbesar keempat dengan lifting gas 481 MMSCFD pada tahun 2021.

 

Tak hanya PHM, perusahaan migas asal Italia ENI juga memiliki proyek di Kalimantan Timur.

 

ENI, melalui ENI Muara Bakau B.V., mengoperasikan Blok Muara Bakau, dan merupakan produsen gas terbesar kelima di Indonesia dengan lifting gas 320 MMSCFD di tahun 2021.

 

ENI juga mengoperasikan Blok East Sepinggan di Balikpapan melalui ENI East Sepinggan Ltd, dengan lifting gas 246 MMSCFD pada tahun 2021.

 

Pertamina pun tak mau ketinggalan. Selain PHM, perusahaan pelat merah ini memiliki PT Pertamina Hulu Sanga Sanga dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) yang beroperasi di lepas pantai Kalimantan Timur.

 

Pertamina Hulu Sanga Sanga mencatatkan lifting minyak 12.239 bph di tahun 2021, sedangkan PHKT memproduksi 9.294 bph.

 

Keberagaman proyek hulu migas di Kalimantan Timur ini menunjukkan potensi besar kawasan tersebut dalam mendukung ketahanan energi nasional.

 

Dengan pengelolaan yang optimal dan berkelanjutan, diharapkan kekayaan migas ini dapat terus dimanfaatkan untuk memajukan ekonomi Indonesia.

 

3. Emas dan Perak

 

Harta karun di IKN yang luar biasa lainnya, yaitu emas dan perak.

 

Berdasarkan data Badan Geologi per Juni 2020, cadangan emas di Kalimantan mencapai 40 juta ton bijih dan cadangan perak mencapai 16 juta ton bijih.

 

Kekayaan ini semakin diperkuat dengan keberadaan dua IUP emas dan perak yang telah beroperasi atau berproduksi di Kalimantan Timur.

 

Secara nasional, Kalimantan memiliki 5 persen dari total sumber daya emas nasional, yaitu 746,98 juta ton dari 14,96 miliar ton.

 

Sementara untuk perak, Kalimantan memiliki 4 persen dari total sumber daya perak nasional, yaitu 305,67 juta ton dari 7,57 miliar ton.

 

Data-data ini menunjukkan bahwa Kalimantan merupakan salah satu daerah penghasil emas dan perak terkaya di Indonesia.

 

4. Batuan Andesit

 

batu andesit

 

Di Kabupaten Kutai Kartanegara juga terdapat perusahaan tambang batuan andesit yang dikelola CV Anugerah Bumi.

 

Berlokasi di Muara Ritan, Kelurahan Muara Ritan, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan luas tambang sebesar 50 hektare.

 

***

 

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu, ya.

 

Yuk, kunjungi Rumah123 untuk menemukan hunian impian karena #SemuaAdaDisini.