OK
logo rumah123
logo rumah123
Pasang Iklan
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Apa Itu Biaya Provisi KPR? Begini Pengertian dan Cara Menghitungnya

Terakhir diperbarui 28 Februari 2024 · 3 min read · by Rachmi Arin Timomor

Biaya Provisi KPR

Biaya provisi KPR merupakan salah satu biaya yang wajib dibayarkan saat membeli rumah menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Biaya tersebut dikenakan atas pinjaman yang dikucurkan oleh bank.

Besaran atau presentasenya berbeda-beda, tergantung kebijakan masing-masing bank.

Kendati demikian, dalam kondisi seperti masa promo atau saat perayaan ulang tahun bank, Anda bisa saja berkesempatan tidak membayar biaya provisi.

Jika ingin mengajukan KPR ke bank, sebaiknya ketahui dulu informasi lengkap mengenai biaya provisi KPR di bawah ini.

Apa Itu Biaya Provisi?

Bunga KPR Terbaru

Beli properti impian dengan memilih produk KPR terbaik di Rumah123

Bank OCBC
Bank OCBC
Suku bunga mulai dari2.83%
Tenor Max.25 Tahun
Bank Mandiri
Bank Mandiri
Suku bunga mulai dari2.65%
Tenor Max.30 Tahun
Bank BRI
Bank BRI
Suku bunga mulai dari5%
Tenor Max.20 Tahun

Biaya provisi masuk ke dalam dana yang hendak dibayarkan saat mengajukan KPR, bersamaan dengan biaya notaris, administrasi bank, dan taksasi internal.

Walau besarannya tergantung pada keputusan bank, pada umumnya bank akan mengenakan biaya provisi sebesar 1% dari nilai pokok kredit.

Perlu diketahui, biaya provisi hanya dikenakan satu kali sebelum akad kredit berlangsung.

Biayanya ini dibayarkan tunai kepada bank, tanpa memotong pinjaman yang diberikan bank.

Biaya ini tidak dapat dikembalikan dan wajib dibayar oleh calon debitur saat hendak mengajukan pinjaman kredit.

Baca juga:

KPR Tanpa DP, Ajukan Lewat Bank Ini

Perbedaan Biaya Provisi dan Biaya Administrasi

Simulasi KPR Bank OCBC

Hitung pembiayaan KPR Bank OCBC dengan bunga terbaik di Rumah123

Rp
%
Rp
Angsuran/bulan mulai dari
Tahun ke-1
Bunga 2.83%
Rp. 1.117.000
Tahun ke-2 dan Seterusnya
Estimasi Bunga 12%
Rp. 2.473.887

Meski terdengar mirip, biaya provisi dan biaya administrasi merupakan dua hal yang berbeda.

Provisi dan administrasi merupakan biaya yang wajib dibayarkan saat hendak mengajukan KPR.

Perbedaannya, biaya provisi digunakan untuk membiayai keperluan yang berkaitan dengan proses pemberian pinjaman, contohnya fotokopi berkas dan komisi marketing.

Sementara, biaya administrasi digunakan untuk mengurus dokumen dan proses pengajuan KPR.

Biaya provisi biasanya dikenakan 1-3% dari total nilai pokok kredit, sedangkan biaya administrasi berkisar Rp250-500 ribu.

Sedangkan untuk skema pembayarannya sendiri, biaya provisi dibayarkan di muka secara tunai.

Berbeda dengan biaya administrasi yang dibayar sebelum proses pengurusan KPR dilakukan.

Cara Menghitung Biaya Provisi KPR

Cara Perhitungan Biaya Provisi KPR

Lalu, bagaimana cara perhitungan biaya provisi KPR?

Mari kita asumsukan bahwa bank memberlakukan biaya provisi sebesar 1%, dengan nilai pokok kredit yang Anda ajukan adalah sebesar Rp500 juta.

Jika demikian, maka biaya provisi yang harus dibayar debitur adalah Rp500 ribu.

Perlu diingat, biaya ini wajib dilunasi oleh debitur dalam jangka waktu tertentu.

Sebagai referensi, berikut beberapa biaya provisi dari beberapa bank di Indonesia:

  • Biaya Provisi KPR OCBC NISP: 1-5% dari total pinjaman.
  • Biaya Provisi KPR Bank Mandiri: 1% dikali jumlah pinjaman yang disetujui.
  • Biaya Provisi KPR BCA: 1% dikali jumlah pinjaman yang disetujui.
  • Biaya Provisi KPR BRI: 1% dikali jumlah pinjaman yang disetujui.
  • Biaya Provisi KPR BTN: 0,5% dari total pinjaman.
  • Biaya Provisi KPR BNI: 1% dari jumlah pinjaman yang disetujui.
  • Biaya Provisi KPR CIMB Niaga: 3% dari jumlah pinjaman yang disetujui.

Nah, itulah sejumlah informasi mengenai biaya provisi KPR yang patut diketahui.

Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat, ya.

Baca juga:

Cara Menghitung KPR yang Mudah sebelum Ajukan Kredit Rumah