OK
logo rumah123
logo rumah123
Pasang Iklan
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

3 Cara Mengecek Tanah Bermasalah atau Tidak secara Mudah dan Tepat

Terakhir diperbarui 01 April 2024 · 4 min read · by Septian Nugraha

cara-mengecek-tanah-bermasalah-atau-tidak

Anda yang berencana membeli sebidang tanah atau rumah, penting untuk mengetahui cara mengecek tanah bermasalah atau tidak. 

Ini diperlukan supaya Anda mengetahui status tanah dari lahan atau rumah yang akan dibeli, sehingga terhindar dari risiko sengketa.

Terdapat sejumlah cara mengecek tanah bermasalah atau tidak, mulai dari melihat sertifikat tanah secara langsung hingga memeriksa peruntukannya.

Agar jelas, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Begini Cara Mengecek Tanah Bermasalah atau Tidak

1. Cek Sertifikat Tanah

Cek Dokumen Legalitas Tanah

Foto: Indonesia.go.id

Cek sertifikat merupakan hal paling elementer dan mudah yang dapat dilakukan oleh setiap calon pembeli properti.

Cek sertifikat tanah bisa dilakukan secara langsung ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. 

Sebelum mendatangi kantor ATR/BPN setempat, pastikan Anda telah membawa sejumlah dokumen persyaratan, seperti:

  • Sertifikat tanah asli
  • Fotokopi KTP pemilik
  • Bukti PBB tahun terakhir.

Kemudian, siapkan juga biaya pengecekan sertifikat tanah yang dipatok sebesar Rp50 ribu per lembar. 

Selain itu, pengecekan sertifikat juga bisa dilakukan secara daring via laman resmi BPN dan aplikasi smartphone ‘Sentuh Tanahku’,

Lantas, bagaimana jika tanah atau rumah yang hendak dibeli statusnya masih berupa tanah girik, petok D atau letter C? 

Nah, cara mengecek tanah yang belum bersertifikat bisa dilakukan di kantor desa atau kelurahan setempat. 

Pasalnya, semua dokumen tanah tersebut tersimpan di sana.

Baca juga:

Cara Membuat Sertifikat Tanah yang Mudah dan Cepat

2. Cek Detail Status Tanah dan Pemiliknya

Cek Detail Status Tanah

Selain mengecek sertifikatnya, Anda juga harus memeriksa bagaimana status kepemilikan hak atas tanah tersebut. 

Status hak atas tanah terbagi dalam tiga jenis menurut peraturan perundang-undangan, yakni Hak Guna Bangunan, Hak Pakai, Hak Milik, dan Hak Guna Usaha.

Sebaiknya, belilah tanah maupun rumah berstatus Hak Milik dengan dokumen legalitas Sertifikat Hak Milik (SHM). 

Pasalnya, SHM merupakan bukti kepemilikan hak atas tanah dan/atau bangunan tertinggi menurut hukum Indonesia. 

Selain itu, pastikan juga tanah yang hendak dibeli bebas sengketa dan bukan berstatus tanah negara, alias tanah yang dikelola oleh negara. 

Setelahnya, perhatikan status pemiliknya, apakah masih hidup atau sudah meninggal.  

Apabila sudah meninggal dunia maka ahli waris, wajib menyertakan akta kematian.

3. Periksa Izin Peruntukan Tanah

periksa-izin-peruntukan-tanah

Foto: Pinterest

Seperti sempat disinggung sebelumnya, cara mengecek tanah bermasalah atau tidak adalah dengan mengetahui status peruntukan tanah.

Apabila tanah masuk dalam rencana tata ruang kota, ada baiknya untuk datang ke kantor dinas tata kota setempat.

Kamu bisa meminta ke pejabat setempat untuk menerbitkan advice planning di lokasi tanah yang akan dibeli.

Advice Planning adalah surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh dinas tata kota, dinas cipta karya, atau dinas tata ruang (sesuai dengan badan pemerintahan tiap daerah).

Di dalam dokumen ini tertera keterangan zonasi dan batasan intensitas bangunan yang sesuai dengan arahan tata ruang daerah.

Baca juga:

Syarat & Cara Menghitung Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah

Ciri-Ciri Tanah Kavling Bermasalah

ciri-ciri-tanah-bermasalah

Foto: Idea.Grid

Selain mengetahui cara mengecek status tanah, Anda juga wajib mengetahui sejumlah ciri-ciri tanah kavling bermasalah

Umumnya, tanah bermasalah atau sengketa terbagi atas dua kategori, yakni tanah bermasalah akibat perizinan dan kepemilikan.

1. Ciri-Ciri Tanah Kavling Bermasalah karena Peruntukan 

Ciri-ciri tanah sengketa karena perizinan atau peruntukan adalah, ketika tanah atau lahan tersebut tidak dipergunakan sesuai fungsi dan peruntukan.

Misalnya Anda hendak membeli sebuah rumah, tetapi setelah ditelusuri ternyata tanah tersebut diperuntukan sebagai ruang terbuka hijau, bukan hunian. 

Jika terjadi seperti itu, maka tanah yang dibeli sudah termasuk tanah yang bermasalah.

2. Ciri-Ciri Tanah Kavling Bermasalah karena Kepemilikan

Sedangkan ciri-ciri tanah sengketa akibat kepemilikan, yakni kepemilikan tanah tersebut tidak jelas atau diakui oleh lebih dari satu orang.

Maka itu, penting memastikan kepemilikan dan legalitas tanah yang hendak dibeli.  

Itulah informasi mengenai cara mengecek tanah bermasalah atau tidak.

Jika sedang mencari tanah dijual di berbagai kota di Indonesia, ada banyak rekomendasinya di laman rumah123.com.

Sementara, untuk Anda yang hendak menjual properti baik tanah maupun rumah, bisa mendaftarkan listing iklan properti tersebut di sini.

Semoga bermanfaat!