OK

9 Keuntungan Memiliki Aset Properti yang Wajib Diketahui

30 September 2022 · 7 min read · by Shandy Pradana

aset propertiFoto: Unsplash

Properti telah lama dikenal sebagai salah satu aset investasi terbaik.

Terdapat beberapa alasan mengapa properti disukai, di mana sebagian besar orang setuju kalau aset ini dapat bertahan dalam jangka waktu lama.

Aset properti yang dimaksud adalah sebidang tanah dan semua benda di atasnya, mulai dari bangunan, rumah, jalan, dan sumber daya lainnya.

Jika Anda menyewakan ataupun menjual properti tersebut, itulah yang dimaksud sebagai investasi properti.

Namun setidaknya, ada beberapa jenis properti yang sering dijadikan sebagai aset investasi.

Jenis-jenis Aset Properti untuk Investasi

Jenis-jenis Aset Properti untuk Investasi

Nyatanya, aset properti tidak berupa rumah dan tanah saja. Terdapat jenis investasi properti lain yang bisa Anda pilih.

Di bawah ini, akan dijelaskan jenis-jenis aset dalam bidang properti yang menjanjikan sebagai investasi untuk pemula.

Properti untuk Hunian

Salah satu jenis aset properti yang sering ditemukan adalah properti untuk hunian. Aset ini berkaitan erat dengan kebutuhan dasar manusia yang membutuhkan tempat tinggal.

Namun, butuh bujet yang tidak sedikit untuk memulai investasi satu ini.

Ada dua opsi agar mendapatkan keuntungan dari jenis properti satu ini, yakni dengan menjualnya atau menyewakannya.

Jika mau menyewakannya, maka Anda bisa menawarkan rumah, kontrakan, atau kost-kostan.

Properti untuk Bisnis

Properti untuk kebutuhan bisnis juga sering ditemukan, terlebih ketika perkembangan ekonomi di kota-kota besar semakin melonjak.

Meski modalnya lebih besar jika dibandingkan dengan investasi properti sebagai hunian, tapi keuntungannya juga melimpah.
Bahkan, investasi ini termasuk ke dalam golongan investasi dengan return yang cepat dimana yield-nya mencapai angka 5-9%.

Baca juga:

Perhitungan Bisnis Properti Menggunakan ROI dan Cap Rate

Jika tertarik, Anda bisa mempertimbangkan salah satu dari beberapa pilihan berikut:

  • Ruko atau kios
  • Perkantoran
  • Lahan parkir
  • Gudang
  • Lahan kosong untuk acara
  • Properti di Sektor Pariwisata

Luasnya sektor pariwisata di Indonesia juga memberikan peluang besar bagi para investor properti.

Khususnya ketika pandemi COVID-19 hampir mencapai ujungnya dan kemungkinan besar akan menjadi endemi.

Tentu saja, momen pasca-pandemi dapat menjadi kesempatan bagi para investor untuk mendapatkan penghasilan pasif jika memiliki:

  • Villa
  • Hotel
  • Homestay

Properti untuk Pemakaman

Memang benar kalau sudah banyak Tempat Pemakaman Umum (TPU) di setiap daerah.

Akan tetapi, sebagian besar TPU sudah tidak dapat menampung jenazah baru karena sudah penuh.

Tanah sebagai salah satu aset properti bisa menjadi prospek bisnis yang cerah jika dijadikan sebagai lahan pemakaman.

Hal ini telah dibuktikan oleh Lippo Group yang menyewakan lahan makam premium di San Diego Hills Karawang.

Tak hanya lahan pemakaman, developer satu ini juga turut mengembangkan perumahan eksklusif di kota yang sama, yaitu Rolling Hills Karawang.

Property Equity Crowdfunding

Property equity crowdfunding adalah contoh investasi properti yang bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar.

Jenis investasi ini merupakan metode penanaman modal dengan cara pengumpulan dana kolektif atau yang biasa disebut sebagai patungan.

Artinya, Anda dapat membeli properti secara patungan dengan investor lain yang tertarik pada satu jenis properti yang sama.

Meskipun kurang diminati di Indonesia, contoh investasi properti satu ini cukup populer di luar negeri.

Saham Properti

Terakhir, ada saham properti yang bisa dijadikan sebagai aset investasi.

Dalam hal ini, kamu bisa membeli saham properti terbaik milik pengembang yang sudah go public.

Misalnya saja, Bumi Serpong Damai (BSDE), Agung Podomoro Land (APLN), atau Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Keuntungan Memiliki Aset Properti

Keuntungan Memiliki Aset PropertiFoto: Unsplash

Kita sudah mengetahui beberapa jenis aset yang dapat dijadikan sarana dalam investasi properti.

Selanjutnya, mari kita simak beberapa keuntungan memiliki aset properti sebagai investasi.

Terus Mengalami Pertambahan Nilai

Nilai dari properti bisa terus bertambah karena beberapa faktor. Salah satunya adalah tingkat kebutuhan masyarakat akan properti itu sendiri.

Semakin banyak permintaan, semakin tinggi pula harga yang ditetapkan pada aset tersebut. Hukum supply and demand berlaku pada aset ini.

Nilai jual properti juga akan semakin meningkat jika daerah di sekitar lokasinya semakin ramai.

Secara tidak langsung, kondisi ini membuat properti lebih strategis sehingga nilainya semakin tinggi.

Harga Cenderung Terus Naik

Masih berhubungan pada poin sebelumnya, harga dari properti cenderung terus naik tiap tahunnya.

Lalu, berapa kenaikan harga properti per tahunnya? Menurut estimasi, kenaikan harganya bisa mencapai 10-15% per tahun.

Tentu saja, kita dapat melihat perubahannya secara langsung di lapangan, di mana harga rumah saat ini lebih mahal dari harga rumah sepuluh tahun yang lalu.

Namun ada beberapa faktor yang turut memengaruhi harga rumah. Misalnya lokasi, kondisi bangunan, dan model desain rumah.

Jadi jelas sekali kalau rumah Skandinavia dan rumah industrial akan dibanderol dengan harga jual yang lebih mahal dari rumah model sederhana.

Bisa Disewakan dalam Jangka Waktu Tertentu

Keunggulan dari properti adalah bisa disewakan dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, rumah kontrakan yang disewakan tahunan.

Penghasilan dari rumah kontrakan tersebut bisa disebut sebagai penghasilan pasif.

Hasil Investasi Bisa Dirasakan Langsung

Saat mendapatkan hasil investasi, para investor properti bisa melihat dan merasakannya secara langsung.

Terlebih ketika setiap unit properti yang disewakan penuh sehingga tidak bisa lagi menerima penyewa baru. Alhasil, pendapatan pun selalu mengalir setiap bulan/tahunnya.

Baca juga:

6 Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Menyewakan Properti

Bisa Dipakai Sendiri

Uniknya meski dijadikan sebagai investasi, Anda juga dapat menggunakan properti untuk keperluan pribadi.

Selain ditempati sebagai hunian, properti tersebut juga bisa dijadikan sebagai tempat usaha.

Kontrol Sepenuhnya Pada Aset

Keuntungan lain ketika Anda memiliki properti sebagai aset investasi datang dari segi kontrol.

Sebagai pemegang hak milik, Anda bebas memperlakukan aset tersebut sesuai dengan kebutuhan.

Agar kontrol semakin kuat, penting juga untuk mengurus surat-surat resmi yang memiliki kekuatan besar di mata hukum.

Sebagai referensi, Anda bisa menyimak penjelasan lebih lanjut tentang Sertifikat Hak Milik (SHM) atau perubahan dari AJB ke SHM.

Bisa Menjadi Agunan Pinjaman

Kelebihan memiliki properti sebagai aset investasi adalah dapat dijadikan sebagai agunan pinjaman.

Agunan atau jaminan merupakan persyaratan yang ditentukan bank atau fasilitas pemberi kredit.

Untuk menjadi agunan pinjaman, Anda harus memiliki bukti kepemilikan properti, lalu properti akan dihitung nilainya berdasarkan nilai pasar saat itu.

Anda bisa mendapatkan pinjaman dengan jumlah di bawah nilai minimum properti.

Baca juga:

Cara Menghitung Appraisal Rumah sebagai Agunan di Bank

Minim Risiko

Dapat dibilang kalau investasi properti termasuk jenis investasi yang minim risiko.

Potensi kerugian bisa ditekan dan diantisipasi dengan langkah-langkah tertentu, salah satunya dengan melakukan renovasi berkala terhadap properti.

Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

Saat memutuskan untuk berinvestasi, ada dua pilihan investasi yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

Tentunya, tanah dan rumah sangat cocok untuk dijadikan sebagai investasi jangka panjang.

Kerugian Memiliki Aset Properti

Kerugian Memiliki Aset PropertiFoto: iStock

Meskipun memiliki banyak keunggulan, tetap saja ada risiko dari investasi pada properti.

Setidaknya, ada beberapa kekurangan dan risiko dari investasi properti yang wajib Anda ketahui:

Membutuhkan Modal dalam Jumlah Besar

Tidak semua orang bisa memiliki properti sebagai instrumen investasi karena faktor modal.

Hanya untuk memiliki satu aset saja, dibutuhkan uang yang tidak sedikit.

Belum lagi biaya transaksi yang harus dikeluarkan saat Anda mulai menjalankan investasi atau bisnis di bidang ini.

Membutuhkan Dana Perawatan

Properti yang akan dijual atau disewakan membutuhkan perawatan rutin.

Untuk mencegah kerusakan yang bisa mengurangi nilai properti, Anda harus menyiapkan dana perawatan sesuai dengan jenis properti yang dimiliki.

Investasi Properti Bersifat Lokal

Maksud dari lokal di sini adalah bahwa investasi properti hanya bisa dilakukan di satu tempat sehingga kurang fleksibel.

Seperti diketahui, properti berupa tanah atau bangungan sendiri tidak bisa bergerak.

Konsep properti yang sukses di lokasi tertentu tapi belum tentu sukses di lokasi lain pun berlaku.

Maka dari itu, perlu riset mendalam sebelum mulai membeli properti di suatu daerah.

Tidak Bersifat Likuid

Betul kalau properti bisa menjadi sumber penghasilan pasif. Sayangnya, properti seperti tanah dan bangunan bukanlah aset yang bersifat liquid.

Maksud dari likuid adalah aset yang bisa dikonversi menjadi uang tunai dengan cepat dan mudah.

Sebagai contoh, Anda memiliki saham senilai Rp1 juta dan dijual hari ini. Lalu dalam waktu 2 hari kerja, uang hasil penjualam saham tersebut masuk ke dalam rekening bank Anda.

Contoh di atas adalah jenis investasi yang likuid. Sedangkan properti butuh waktu untuk bisa dicairkan menjadi tunai.

Saat butuh uang tunai dengan cepat dan kamu memilih properti, maka pilihan investasi satu ini kurang tepat untuk tujuan tersebut.

Berisiko Hancur Jika Ada Bencana

Properti yang berbentuk fisik bisa saja hancur saat terjadi bencana seperti kebakaran atau bencana alam.

Untuk tetap mempertahankan nilai dari bangunan bahkan jika rusak akibat bencana, kamu bisa mencari asuransi properti yang tepat.

 

Itulah tadi penjelasan tentang jenis-jenis aset properti, keuntungan hingga kerugiannya.

Jika tertarik untuk berinvestasi properti, Anda dapat memilih beberapa rekomendasinya dari Rumah123.com seperti:

Semoga menemukan aset properti yang tepat!

 

Author:

Shandy Pradana