Mengenal Biaya dan Pajak Beli Rumah dalam Transaksi Jual-Beli Properti

pajak beli rumah

Foto: Unsplash

 

Dalam transaksi jual beli properti ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan selain nilai beli properti tersebut. Mulai dari biaya mengurus dokumen hingga pajak beli rumah yang harus ditanggung oleh kedua belah pihak. 

 

Biaya-biaya ini mencakup biaya notaris, BPHTB, PBB dan sebagainya. Biaya yang dibayarkan juga akan berbeda untuk pembeli dan penjual. 

 

Untuk lebih jelasnya, berikut akan dijelaskan lebih detail mengenai biaya dan pajak beli rumah yang harus ditanggung oleh pembeli dan penjual. 

 

Biaya dan Pajak Beli Rumah yang Ditanggung oleh Penjual

Biaya dan Pajak Beli Rumah yang Ditanggung oleh Penjual

 

Untuk biaya dan pajak beli rumah yang dibahas pertama adalah yang harus dibayarkan oleh penjual rumah. Total ada 3 biaya yang harus dikeluarkan, mereka adalah pajak penghasilan, biaya notaris dan pajak bumi dan bangunan. 

 

Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan (PPh) menjadi tanggung jawab penjual sebagai penerima uang. Merujuk ke Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2016 tentang Tarif Baru PPh Final atas Pengalihan Hak Atas Tanah/Bangunan, besar PPh yang dikenakan untuk penjualan rumah adalah 2,5%.

 

Jadi contohnya jika penjual menjual rumah senilai Rp500 juta, maka PPh yang harus dibayarkan adalah 2,5% dari angka tersebut atau sekitar Rp12,5 juta. Pembayaran PPh harus dilakukan sebelum Akta Jual Beli diterbitkan sesuai dengan harga rumah yang disepakati penjual dan pembeli.

 

Biaya Notaris

Ketika melakukan transaksi penjualan rumah diperlukan jasa notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berdomisili di wilayah rumah yang dijual. Namun biaya notaris tidak selamanya ditanggung oleh penjual, karena bisa bernegosiasi dengan pembeli untuk membagi tanggung jawab biaya notaris. 

 

Pajak Bumi Bangunan

Jenis pajak penjualan rumah lainnya adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pajak ini biasanya dibayar dalam masa satu tahun. Sebagai penjual rumah, sudah menjadi kewajiban pemilik sebelumnya untuk melunasi PBB sebelum diberikan kepada pemilik baru. 

 

Besaran PBB adalah 0,5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) dikalikan NJOP sebagai dasar pengenaan pajak. NJKP yang ditetapkan pemerintah adalah 40% untuk rumah dengan harga diatas Rp1 miliar, dan 20% jika harga rumah di bawah Rp1 miliar.

 

Biaya dan Pajak Beli Rumah yang Ditanggung oleh Pembeli

Biaya dan Pajak Beli Rumah yang Ditanggung oleh Pembeli

 

Untuk para pembeli rumah, jumlah biaya dan pajak beli rumah lebih banyak. Biaya mulai dari cek sertifikat, biaya BPHTB, balik nama sertifikat dan PPN. Untuk besarannya berikut adalah:

 

Biaya Cek Sertifikat

Biaya cek sertifikat kisarannya mencapai Rp100.000. Cek sertifikat penting untuk mengetahui legalitas rumah yang akan dibeli. Hal ini harus dilakukan demi menghindari membeli tanah/bangunan yang bermasalah.

 

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

BPHTB adalah pajak penjualan rumah yang ditanggung oleh pembeli. Biaya ini hampir mirip dengan PPh bagi penjual.

 

Tarifnya mencapai 5% dari harga jual rumah dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Jumlah NPOPTKP sendiri sudah ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah tempat rumah berdiri.

 

Biaya Pembuatan Akta Jual Beli

Biaya Pembuatan Akta Jual Beli

 

Biaya Akta Jual Beli adalah 1% dari nilai transaksi jual beli rumah. Biaya pembuatan AJB ini ditanggung oleh pembeli kecuali ada kesepakatan lebih lanjut dengan pihak penjual.

 

Tidak jarang, PPAT yang bertanggung jawab meminta biaya lebih dari 1%, tetapi jumlah tersebut masih bisa dinegosiasi terutama jika rumah memiliki harga yang lumayan tinggi.

 

Biaya Balik Nama Sertifikat

Biaya Balik Nama sertifikat biasanya mencapai 2% dari nilai transaksi atau sesuai dengan peraturan pemerintah daerah yang berlaku. Pembeli biasanya harus melakukan proses balik nama tersebut sendiri kecuali rumah dibeli langsung dari developer.

 

PPN

Pembeli yang melakukan pembelian rumah dari developer atau badan yang merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP), maka berkewajiban membayar PPN dengan tarif 10% dari harga tanah

 

Tapi, jika penjual rumah bukan PKP, contohnya ketika Anda membeli rumah second, maka pembeli harus menyetorkan sendiri PPN nya ke kas negara.

 

Itulah biaya dan pajak beli rumah yang harus dibayarkan oleh pembeli dan penjualnya. Untuk jumlahnya tergantung dari besar rumah yang diperjualbelikan. 

 

Bagi Anda yang sedang mencari rumah baru, bisa temukan banyak pilihan menarik di Rumah123. Misalnya saja ada Citra Swarna Grande, Grand Ciputat Residence dan masih banyak lagi.

 

Semoga informasi ini dapat membantu.

 

 

 

 

Author:

Ferry Fadhlurrahman

 

Tambahkan Komentar